Sulawesi Tengah dan Uni Emirat Arab Jajaki Kemitraan Strategis: Fokus Energi Terbarukan dan Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Berita2 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka babak baru kerja sama lintas-negara melalui pertemuan strategis dengan perwakilan Uni Emirat Arab (UEA), guna memperluas akses investasi dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Pembahasan berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menerima Duta Besar UEA untuk Indonesia, Yang Mulia Abdulla Salem AlDhaheri, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (4/8/2026).

Gubernur Anwar Hafid menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah konkret memperkenalkan potensi daerah secara langsung kepada mitra internasional. Menurutnya, Sulawesi Tengah telah menjadi salah satu wilayah tujuan investasi strategis nasional, namun pertumbuhan ekonomi belum merata hingga kawasan barat wilayah tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra strategis seperti UEA dinilai penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

“Kehadiran Duta Besar UEA merupakan kehormatan sekaligus berkah bagi kami. Melalui pertemuan ini, kami berharap terjalin kerja sama yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Sulawesi Tengah. Investasi yang masuk sudah besar, namun masih banyak potensi yang belum tergarap optimal, terutama di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan wilayah barat daerah ini,” ujar Gubernur.

 Secara sistematis, Gubernur memaparkan kekayaan sumber daya dan peluang investasi yang tersebar di berbagai sektor strategis seperti;

– Sektor Sumber Daya Mineral: Terdapat cadangan emas, tembaga, dan komoditas tambang lainnya yang masih memerlukan pengelolaan dan hilirisasi berbasis teknologi dan nilai tambah tinggi.
– Sektor Kelautan dan Perikanan: Didukung oleh empat wilayah perairan yang kaya akan sumber daya hayati laut, membuka peluang besar pengembangan industri perikanan berkelanjutan.
– Sektor Pariwisata: Keindahan alam yang tersebar di 13 kabupaten/kota berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelas dunia dengan prinsip pelestarian lingkungan.
– Sektor Energi: Komitmen pengembangan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mewujudkan ekonomi hijau.

Kedua pihak menyepakati sejumlah sektor prioritas kerja sama strategis, meliputi: energi terbarukan, ketahanan pangan dan pertanian modern, hilirisasi mineral, logistik maritim dan pelabuhan, infrastruktur, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, peluang kerja sama di bidang kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk rencana pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan bertaraf internasional sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah menjamin kepastian hukum dan dukungan penuh bagi setiap penanam modal. “Kami memberikan jaminan kepastian investasi bagi siapa pun yang berminat menanamkan modal di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah siap mendampingi agar investasi berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan tindak lanjut yang terstruktur, antara lain:

1. Pembentukan tim percepatan yang melibatkan perangkat daerah terkait untuk mematangkan rencana kerja sama;
2. Pendalaman peluang investasi melalui kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ke Kedutaan Besar UEA di Jakarta;
3. Pembahasan teknis lanjutan yang akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah guna memperkuat kemitraan secara menyeluruh.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Urusan Ekonomi Kedutaan Besar UEA, Meera Alazeezi, serta berbagai unsur perwakilan dan pimpinan perangkat daerah. Melalui langkah-langkah terukur ini, diharapkan terbangun kemitraan yang saling menguntungkan, berkelanjutan, dan mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *