Gubernur Anwar Hafid Tepis Anggapan Beasiswa BERANI Cerdas ‘Ribet’: Solusi Konkret Agar Anak Sulteng Tak Putus Kuliah

Berita108 Dilihat

Palu, Majalahsineegitas.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dengan tegas membantah anggapan bahwa pendaftaran program beasiswa BERANI Cerdas berbelit-belit. Dalam dialog interaktif ‘Gubernur Menyapa: BERANI Cerdas Untuk Siapa’ di Studio LPP RRI Palu, Kamis (4/9), ia menjelaskan bahwa persyaratan program justru telah dilonggarkan untuk mempermudah akses dan meningkatkan jumlah pendaftar.

“Ini adalah usaha-usaha yang kita lakukan agar BERANI Cerdas dapat diakses masyarakat,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Beberapa perubahan signifikan telah dilakukan untuk meringankan beban calon penerima beasiswa, antara lain:

– Penurunan Standar IPK: Syarat IPK diturunkan dari 3,7 menjadi 3,0.
– Kenaikan Batas Usia: Batas usia pendaftar dinaikkan menjadi 25 tahun dari sebelumnya 20 tahun.
– Pendaftaran Manual: Bagi pendaftar yang terkendala jaringan internet di daerah pelosok, pendaftaran manual ke dinas pendidikan provinsi tetap dilayani.
– Kerja Sama dengan Universitas: Pemprov Sulteng akan segera melakukan MoU dengan berbagai universitas untuk memvalidasi status mahasiswa aktif penerima beasiswa secara kolektif, sehingga mengurangi beban administrasi pihak kampus.

Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa syarat dan prosedur administratif tetap diberlakukan karena beasiswa BERANI Cerdas bersumber dari APBD 2025. Penggunaannya harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan untuk mencegah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena ini uang negara, maka ada prosedur yang harus dipenuhi,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa penerima beasiswa tidak boleh menerima beasiswa ganda dari sumber lain.

Program beasiswa BERANI Cerdas menawarkan dua jalur utama:

1. Jalur Afirmasi: Ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mengalami kendala finansial.
2. Jalur Prestasi: Diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dengan IPK minimal 3.0 atau bukti prestasi lainnya, seperti anggota paskibraka atau atlet berprestasi.

“Tujuannya untuk men-sarjana-kan masyarakat dan mengurangi beban orang tua,” jelasnya.

Dalam APBD 2025, Pemprov Sulteng telah mengalokasikan anggaran untuk meng-cover hingga 80 ribu peserta program BERANI Cerdas. Saat ini, beasiswa telah disalurkan kepada 13.555 anak Sulteng dengan total anggaran yang terserap mencapai Rp. 48 Miliar.

Keseriusan Pemprov Sulteng dalam meningkatkan kualitas SDM melalui beasiswa BERANI Cerdas guna menyongsong Indonesia Emas 2045 telah dikuatkan dengan penyertaan program ini dalam Perda RPJMD Sulteng 2025-2029.

Gubernur Anwar Hafid berharap program ini dapat dilaksanakan berkelanjutan sebagai bagian integral dari pembangunan jangka panjang dan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan sebagai investasi masa depan.

Di akhir dialog, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa siapa pun yang memimpin Sulteng kelak wajib menomorsatukan pendidikan gratis bagi rakyat.

“Kalau dia (pemimpin) cinta rakyat Sulawesi Tengah harus melanjutkan program ini,” tegasnya, berharap BERANI Cerdas dapat dijadikan legacy dalam membangun peradaban dan masa depan generasi emas Sulteng.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *