Fenomena El Nino Ancam Hasil Panen Petani, Anggota DPRD Donggala Minta Penanganan Cepat

Berita, Donggala17 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id— Fenomena cuaca ekstrem El Nino yang belum diketahui kapan berakhir mulai memberikan dampak nyata di Kabupaten Donggala. Kekeringan dan minimnya curah hujan mengancam ketahanan pangan daerah, bahkan berpotensi menggagalkan program swasembada pangan nasional maupun daerah. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Donggala Dapil 4 dari Fraksi Gerindra, Taslim, didampingi Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Hj. Iriyanti Arnold.

Taslim menegaskan bahwa dampak El Nino yang menyebabkan kegagalan panen dan kesulitan petani untuk menanam kembali merupakan bencana yang memerlukan penanganan segera. Bencana alam tidak melulu soal banjir atau gempa; kekeringan yang menghambat aktivitas pertanian juga harus diperlakukan sebagai kondisi darurat.

“Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan Kabupaten Donggala akan semakin mengalami defisit beras. Kemarin petani sudah mengalami gagal panen, dan saat ini mereka ragu untuk menanam kembali karena menunggu hujan yang belum tentu turun,” ungkap Taslim.

Taslim mendesak Pemerintah Daerah untuk segera menggunakan Anggaran Belanja Tak Terduga guna mengatasi krisis ini. Langkah konkret yang diusulkan mencakup pembangunan sumur bor dan sistem pompanisasi di titik-titik yang paling membutuhkan, khususnya di wilayah Kecamatan Sojol, Desa Siboang, dan Tonggolobibi.

– Pembangunan sumur pompa di titik-titik strategis agar petani dapat mengairi sawah;
– Jika irigasi sawah tidak memungkinkan, lahan seluas sekitar 700 hektar di Desa Siboang dapat dialihkan sementara ke tanaman jagung atau komoditas tahan kekeringan lainnya;
– Penyediaan bibit alternatif yang siap tanam agar petani tidak tertunda masa tanamnya.

Taslim mengingatkan bahwa waktu sangat krusial. Petani harus sudah mulai menanam agar tidak melewati bulan keempat yang merupakan masa kritis atau “jalur merah” bagi pertanian sawah. Keterlambatan penanganan berisiko memperparah kerugian petani dan memperlebar jarak menuju swasembada pangan yang diharapkan.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *