Wagub Sulteng Lantik Pimpinan BAZNAS 2025-2030, Tekankan Profesionalisme untuk Pengentasan Kemiskinan

Berita56 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes., resmi melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2025-2030. Acara pelantikan berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (25/11/2025), menandai era baru pengelolaan zakat di provinsi tersebut.

Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 400.871/420/Ro.Kesra-G.ST/2025. Susunan pimpinan BAZNAS Sulteng yang baru adalah:

  • Ketua: Hatamuddin Tamrin, S.Sos., M.M.
  • Wakil Ketua I: Ashari, S.Sos., M.M.
  • Wakil Ketua II: Drs. Hasan Lasiata, M.M.
  • Wakil Ketua III: Bahran, S.E., M.M.
  • Wakil Ketua IV: Masdiana H. Ain, S.Sos., M.Kes.

Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Prof. Dr. Hj. Dahlia Syuaib, SH, MA, Sekretaris Daerah Dra. Novalina, MM, beserta jajaran pejabat lainnya.

Dalam arahannya, Wagub Reny Lamadjido menekankan peran strategis zakat sebagai instrumen penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan sosial. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat yang terukur akan memperkuat upaya pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperluas keadilan sosial di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Wagub juga memberikan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Namun, ia berharap kepengurusan yang baru dapat menghadirkan standar kerja yang lebih tinggi, adaptif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia meminta agar seluruh program BAZNAS fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat, terutama penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu. Program-program yang telah berjalan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perkawinan massal, sunatan massal, pengobatan gratis, dan dukungan ekonomi bagi warga rentan, diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Wagub Reny juga menyoroti pentingnya legalitas kependudukan sebagai syarat untuk mengakses bantuan pemerintah. Ia mengapresiasi program perkawinan massal yang diselenggarakan BAZNAS sebagai solusi nyata bagi warga yang kesulitan memperoleh dokumen resmi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan BAZNAS dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan masyarakat. Wagub Reny mengajak seluruh program pemerintah, mulai dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia hingga program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu 9 BERANI, untuk bergerak sejalan dan saling melengkapi.

Lebih lanjut, Wagub Reny menekankan pentingnya menghidupkan nilai spiritualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui Program BERANI Berkah, pemerintah provinsi berupaya membiasakan penghentian seluruh aktivitas kantor saat waktu sholat tiba, sebagai implementasi nilai religius dalam aktivitas birokrasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed