SNT 12 Donggala Resmi Dibuka Serentak Bersama 16 Sekolah Nasional Terintegrasi Lainnya di Indonesia

Berita, Donggala40 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 12 Kabupaten Donggala secara resmi dibuka dan memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) serentak bersama 16 SNT lainnya di seluruh Indonesia. Pembukaan resmi dilaksanakan dalam upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Staf Kepresidenan, serta sejumlah pejabat terkait, bertempat di Bogor, Selasa (11/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Donggala diwakili oleh Sekretaris Daerah, Dr. H. Rustam Efendi, pada kegiatan bersejarah tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, dalam keterangannya.

Dengan dibukanya MPLS ini, maka secara resmi kegiatan belajar mengajar di SNT 12 Donggala telah dimulai. Kabupaten Donggala merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Tengah yang berhasil mengoperasionalkan SNT, sekaligus menjadi bagian dari 17 sekolah percontohan di Indonesia dalam program akselerasi dan transformasi mutu pendidikan nasional.

Pada tahap awal, SNT 12 Donggala menerima 80 peserta didik, yang terbagi ke dalam dua jenjang:

– Jenjang SMP: 2 rombongan belajar, masing-masing berisi 20 siswa
– Jenjang SMA: 2 rombongan belajar, masing-masing berisi 20 siswa

Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar, penerimaan peserta didik baru akan dilaksanakan setelah pembangunan gedung sekolah selesai dibangun di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa. Saat ini pembelajaran masih menggunakan gedung sekolah transisi, sehingga kapasitas penerimaan peserta didik masih terbatas.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung tetap SNT 12 Donggala direncanakan pada bulan Oktober 2026. Sebagai sekolah berstandar internasional, peserta didik SNT akan memperoleh fasilitas dan layanan pendidikan yang sangat lengkap, antara lain:

– Satu unit laptop untuk setiap siswa
– 5 pasang seragam sekolah
– 2 pasang sepatu
– Penyediaan makan siang di sekolah.

Ansyar Sutiadi menegaskan bahwa kehadiran SNT di Donggala merupakan tinta emas sejarah pendidikan daerah, karena masyarakat kini dapat menikmati pendidikan berstandar internasional secara gratis. Keberhasilan Donggala terpilih sebagai lokasi SNT tidak terlepas dari perjuangan keras Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dalam memperjuangkan ke Kementerian Pendidikan.

SNT merupakan salah satu dari tiga program pendidikan unggulan Pemerintah Pusat di bawah arahan Presiden Republik Indonesia, yaitu:

1. Sekolah Rakyat — untuk kelompok masyarakat kurang mampu
2. Sekolah Nasional Terintegrasi — untuk peserta didik berkemampuan akademik
3. Sekolah Garuda — untuk peserta didik berprestasi luar biasa

Kabupaten Donggala telah memperoleh dua dari tiga program tersebut, yaitu Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Donggala juga terus berupaya agar ke depannya dapat turut menyelenggarakan Sekolah Garuda guna menjangkau lebih luas potensi peserta didik berprestasi di daerah ini.

“Kehadiran SNT ini betul-betul berkah bagi masyarakat Donggala. Dengan fasilitas bertaraf internasional yang diperoleh 80 anak ini, sejarah mencatat Donggala menjadi yang pertama di Sulawesi Tengah mengoperasionalkan SNT dan hanya ada 17 di seluruh Indonesia,” ujar Ansyar Sutiadi. (Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *