Sinergi UGM, UNTAD, dan Pemkab Donggala Perkuat Pertanian Desa Limboro Melalui Semangat Gotong Royong

Berita, Donggala42 Dilihat

DONGGALA – Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Efendi, menghadiri rangkaian kunjungan Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang melibatkan mahasiswa UGM dan Universitas Tadulako (UNTAD). Kegiatan ini berlangsung di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, pada Selasa (7/7/2026).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik UNTAD, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., serta sejumlah pejabat terkait dari kedua perguruan tinggi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Donggala, Kepala Desa Limboro Kifli, dan masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung berbagai lokasi strategis di Desa Limboro, dimulai dari area penyemaian bibit bambu, bendungan, rencana lokasi pembangunan tanggul, sentra rumah tenun, lahan persawahan, hingga dilanjutkan dengan kegiatan simbolis panen padi bersama warga.

Setelah peninjauan lapangan selesai, acara dilanjutkan dengan dialog terbuka bersama masyarakat yang dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. Dialog ini juga dihadiri Inspektur Inspektorat Kabupaten Donggala H. Hasan Nurdin, Kepala Dinas Pertanian Donggala Anhar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Donggala Moh. Sarif, para dosen pembimbing, serta kelompok tani setempat.

Dalam kesempatan dialog tersebut, Prof. Nizam menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih kepada seluruh warga Desa Limboro atas partisipasi aktif dan semangat gotong royong dalam pembangunan desa.

“Perubahan besar tidak pernah lahir dari kerja sendiri, melainkan dari semangat gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat. Semangat ini menjadi modal utama mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap budaya positif tersebut terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam mendorong kemajuan desa di berbagai sektor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Dr. H. Rustam Efendi menekankan bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang harus menjadi perhatian bersama, mengingat potensi besarnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen untuk bangkitkan kembali sektor pertanian melalui penguatan pengolahan lahan, peningkatan infrastruktur pendukung, hingga penerapan teknologi pertanian yang tepat guna. Dukungan terhadap ketersediaan sumber air juga menjadi prioritas utama guna menjamin keberlangsungan usaha tani.

“Desa Limboro memiliki potensi, masa depan, dan harapan yang cerah. Mari kita manfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas hasil pertanian, sehingga sektor ini benar-benar membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” tegas Sekda.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNTAD, Prof. Andi Rusdin, menyatakan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah langkah strategis untuk mengembangkan desa berbasis potensi lokal. Sinergi yang terjalin antara Pemkab Donggala, UGM, UNTAD, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus diperkuat guna melahirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi untuk mendampingi pembangunan desa secara berkelanjutan. Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pelaksanaan KKN saja, melainkan berlanjut melalui program pemberdayaan, pengembangan pertanian, dan peningkatan kapasitas masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap penguatan sektor pertanian, kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis benih padi varietas Gamagora dari Dr. Arie Sujito kepada Pemerintah Desa Limboro yang diterima langsung oleh Kepala Desa Kifli.

Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian desa, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *