Sandar Perdana KM Dorolonda di Donggala: Buah Perjuangan 47 Tahun dan Sejarah yang Terwujud

Berita, Donggala72 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Bersandarnya kapal KM Dorolonda milik PT Pelni di Pelabuhan Donggala pada hari ini, 31 Oktober 2026, bukan sekadar sebuah momen kedatangan kapal. Bagi masyarakat Kabupaten Donggala, ini adalah sejarah panjang yang akhirnya terwujud setelah penantian selama 47 tahun.

Demikian disampaikan Andi Armansyah Wowo, Calon Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Donggala, di sela-sela penyambutan kedatangan kapal tersebut.

“Ini merupakan sebuah sejarah. Saya merasa seakan tidak percaya. Sebagai salah satu pihak yang dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Donggala, bersama rekan-rekan di DPRD dan ARDB, saya sangat bangga dan bersyukur. Apa yang diperjuangkan dan didambakan masyarakat Donggala selama 47 tahun, Alhamdulillah hari ini akhirnya terwujud,” ujar Armansyah dengan nada haru.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme warga yang berbondong-bondong menyambut kedatangan kapal. Saat bunyi peluit pertama terdengar, kebahagiaan yang terpancar dari wajah masyarakat sungguh tidak terbendung.

“Perjuangan ini tidak mudah. Ada tarik-ulur, ada goyangan, bahkan ketika jadwal sudah terbit pun, kita masih harus berjuang agar keputusan ini tetap dijalankan,” kenang Armansyah.

Armansyah menjelaskan bahwa keputusan kapal Pelni bersandar di Donggala bukan sekadar pemindahan rute semata, melainkan pemenuhan amanah yang tertuang dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang melahirkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor 612.

“Dalam RIP tersebut, sebenarnya seluruh kapal Pelni yang melayani wilayah Teluk Palu pada akhirnya akan difungsikan bersandar di Pelabuhan Donggala. Dulu RIP hanya mencantumkan dua pelabuhan, yaitu Pantoloan dan Wani. Namun karena keterbatasan pengembangan di Pantoloan, maka Bupati Donggala saat itu, Kasman Lassa, menghibahkan sebidang tanah yang kini berdiri Pelabuhan Penumpang Donggala,” ungkapnya.

Tanpa kebijakan hibah tanah tersebut, lanjut Armansyah, kemungkinan besar RIP tidak akan bisa direalisasikan di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, kehadiran KM Dorolonda hari ini adalah bukti nyata dari pemenuhan janji sejarah tersebut.

Kehadiran mantan Bupati Donggala Kasman Lassa dalam acara penyambutan hari ini pun menjadi simbol bahwa perjuangan para pendahulu tidak sia-sia.

Armansyah menegaskan bahwa sandarnya KM Dorolonda hanyalah langkah awal. Ke depannya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus terus bersatu memastikan RIP berjalan sepenuhnya, sehingga semua kapal penumpang yang melintasi wilayah Teluk Palu dapat berlabuh di Pelabuhan Donggala.

“Ini baru permulaan. Mari kita jaga momentum ini, agar Donggala benar-benar menjadi gerbang utama konektivitas masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Tengah,” pungkasnya.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *