Reses di Langaleso: Jalil SP Tampung Aspirasi Infrastruktur dan Pertanian, Kunci Kesejahteraan Desa

Berita, Sigi114 Dilihat

Sigi, Majalahsinergitas.id — Suasana hangat dan penuh harap menyelimuti Kantor Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Selasa (18/8/2026). Di sinilah Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Jalil, SP, turun langsung berdialog dengan warga dalam kegiatan reses—sebuah momen di mana aspirasi dari akar rumput diserap, didengarkan, dan dijanjikan untuk diperjuangkan.

Bagi masyarakat Langaleso, pertemuan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah ruang untuk menyuarakan kebutuhan nyata yang selama ini menjadi tantangan dalam keseharian: jalan yang rusak menghambat mobilitas, akses pertanian yang terbatas, hingga fasilitas ibadah yang belum memadai.

Dari berbagai usulan yang disampaikan, perbaikan infrastruktur jalan menduduki posisi teratas. Warga meminta perbaikan jalan poros Langaleso–Jono sepanjang sekitar 1 kilometer—jalur yang menjadi urat nadi aktivitas warga sekaligus akses utama perekonomian desa. Tak hanya itu, perbaikan jalan di Dusun I dan Dusun III yang terhubung ke Desa Karawana juga menjadi sorotan, karena akses tersebut memperkuat konektivitas antardusun dan antarwilayah.

“Jalan yang baik bukan sekadar soal kenyamanan bepergian. Ia menentukan kelancaran distribusi hasil tani, biaya angkut yang lebih murah, dan memperluas jangkauan ekonomi warga,” ungkap salah satu warga dalam diskusi terbuka.

Di sektor pertanian, warga mengusulkan pembukaan jalan usaha tani sepanjang sekitar 500 meter di Dusun II. Jalan ini dinilai sangat krusial untuk mempermudah petani mengakses lahan, mengangkut sarana produksi, serta membawa hasil panen ke pasar dengan lebih efisien.

Sementara itu, di bidang keagamaan, masyarakat memerlukan pengadaan sound system untuk masjid—sebagai sarana penunjang ibadah dan kegiatan keagamaan yang menjadi pusat kehidupan sosial masyarakat desa.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Jalil, SP, menyambut baik keterbukaan warga dalam menyampaikan kebutuhan secara langsung.

“Apa yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting bagi kami. Infrastruktur jalan, akses usaha tani, dan fasilitas pendukung kegiatan masyarakat merupakan kebutuhan yang harus mendapat perhatian. Aspirasi ini akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” tegas Jalil di hadapan warga.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian desa, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari pertanian. Seluruh usulan akan dicatat dan diinventarisasi sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan Kabupaten Sigi, dengan tetap memperhatikan skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan keuangan daerah.

Kegiatan reses berlangsung secara dialogis dan terbuka, memberi ruang seluas-luasnya bagi warga untuk berbicara tentang persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Di akhir kegiatan, seluruh aspirasi telah tercatat rapi—bukan sekadar catatan, melainkan komitmen untuk diperjuangkan hingga ke meja perencanaan dan penganggaran daerah.

Melalui reses ini, diharapkan suara masyarakat Desa Langaleso dapat menembus kebijakan daerah, sehingga terwujud pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas wilayah, serta penguatan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung kesejahteraan warga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *