Donggala, Majalahsinergitas.id – Kondisi pohon-pohon besar di sepanjang Jalan Jati, Kawasan Perkantoran, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, kini menjadi perhatian serius terkait keselamatan dan kelayakan infrastruktur. Empat pohon Trembesi yang tumbuh di depan Kantor Dinas perhubungan Kabupaten Donggala tercatat dalam kondisi condong sangat miring, sementara akar sejumlah pohon lain telah menembus dan merusak permukaan jalan. Hal ini disampaikan oleh Aktivis Lingkungan, Yuryanto, berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan pada Rabu (5/8/2026).
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pohon-pohon berukuran besar tersebut tumbuh tepat di bahu jalan. Sistem perakaran yang menjalar ke permukaan menyebabkan lapisan aspal menjadi tidak rata, bergelombang, dan berlubang di sejumlah titik. Kerusakan terlihat tersebar di ruas jalan yang berdekatan dengan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, area belakang Kantor Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Negeri Donggala, hingga bagian depan Kantor Pengadilan Negeri Donggala.
Secara teknis, akar pohon yang terus berkembang mendesak struktur perkerasan jalan, sehingga menimbulkan deformasi permukaan yang berisiko menurunkan kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, jarak tajuk pohon ke badan jalan yang sangat dekat juga mengurangi luas area parkir dan memperkecil ruang gerak kendaraan.
Di antara pohon-pohon tersebut, terdapat empat pohon Trembesi yang tumbuh dalam posisi condong sangat mencolok. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama saat curah hujan tinggi disertai angin kencang. Secara ilmiah, struktur pohon yang telah miring dalam kurun waktu lama berpotensi mengalami penurunan daya dukung batang dan sistem perakaran, sehingga risiko tumbang meningkat secara signifikan.
“Keberadaan pohon yang sudah bertahun-tahun miring ini sejauh ini belum mendapatkan penanganan serius dari dinas terkait. Sangat berbahaya bagi keselamatan setiap orang yang melintas. Jangan sampai baru ada korban jiwa kemudian pemerintah turun tangan,” tegas Yuryanto.
Jalan Jati merupakan salah satu ruas jalan yang padat lalu lintas, didukung aktivitas perkantoran yang beroperasi setiap hari. Jika pohon tumbang, dampaknya tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur dan kendaraan, melainkan juga potensi kecelakaan yang mengancam nyawa.
Warga dan pengguna jalan mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan penataan yang terukur dan berbasis kajian teknis. Langkah-langkah yang diharapkan meliputi: pemangkasan akar yang merusak perkerasan, perbaikan dan perkerasan ulang jalan yang rusak, serta penataan ulang atau penebangan terhadap pohon yang dinilai sudah membahayakan keselamatan.
Masyarakat berharap penanganan dilakukan sebelum terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, dengan mengutamakan prinsip pencegahan dan perlindungan terhadap keselamatan nyawa serta aset publik.(Alir)
Pohon Trembesi Miring dan Akar Merusak Jalan di Kawasan Perkantoran Donggala Jadi Sorotan Keselamatan Publik












