Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Siapkan Penyambutan Jemaah Haji, Secara Sederhana Sesuai SOP Kemen Haji.

Berita25 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan mekanisme penyambutan kepulangan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Penyambutan dirancang secara sederhana, tidak berlebihan, dan mengutamakan kenyamanan serta kesehatan jemaah setelah menempuh ibadah dan perjalanan panjang dari Tanah Suci hal ini di ungkapkan Kepala Biro Kesra Setda Prov.Sulteng Rustam Arifuddin, S.Ag., M.Si diruangannya.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan, kepulangan jemaah haji asal Sulawesi Tengah dimulai sejak tanggal 19 Juni 2026. Rombongan pertama dijadwalkan tiba di Balikpapan untuk proses transit, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Palu dan diperkirakan mulai mendarat di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri pada tanggal 20 Juni 2026. Secara bertahap, seluruh rombongan diproyeksikan tiba hingga 26 Juni 2026

Sesuai arahan Kementerian Agama dan Kementerian Haji, penyambutan tidak dilakukan secara formal dan berlarut-larut. Pemerintah daerah hanya akan menerima kedatangan di titik kedatangan utama, kemudian segera memulangkan jemaah ke daerah asal masing-masing.

“Penyampaian dari Kementerian Haji sangat jelas, penerimaan tidak perlu terlalu diformalkan. Pemerintah daerah menyambut secara utuh, dan tidak lama kemudian jemaah langsung dipulangkan ke daerah masing-masing melalui pembimbing kloter,” ungkap Karo.

Di Bandara Mutiara, kloter yang tiba pertama akan ada sambutan singkat dari perwakilan pemerintah, termasuk sambutan Gubernur Sulawesi Tengah. Setelah itu, jemaah langsung dibawa ke asrama transit haji untuk beristirahat sejenak, sebelum selanjutnya diantar menuju daerah asal, bahkan hingga sampai ke rumah masing-masing.

Pihak panitia juga mengatur ketat jumlah pengunjung dan keluarga di area penyambutan untuk menghindari keramaian yang dapat melelahkan jemaah. Proses pengambilan barang bawaan juga telah diatur sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Haji, ucap Rustam.

Mekanisme pengantaran disesuaikan dengan lokasi asal jemaah. Bagi jemaah dari daerah yang memiliki akses penerbangan seperti Banggai, disediakan transportasi udara langsung, sedangkan lainnya menggunakan bus yang telah disiapkan panitia.

Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan, disiapkan tim pendamping 11 tekes yang terdiri dari 4 tenaga kesehatan dari tingkat provinsi dan 7 orang tekes pendamping dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Hal ini sesuai ketentuan yang membatasi petugas pendamping harus berusia di bawah 64 tahun demi efisiensi dan kesiagaan.

Dari laporan yang masuk jumlah jamaah Haji Sulteng tahun 2026 terdapat 1.751 jamaah, berkurang 240 jamaah dari pendaftaran awal sebanyak 1991 yang di bagi dalam 5 kelompok Terbang(kloter), terdapat satu kasus khusus jemaah lanjut usia yang direncanakan pulang lebih awal sekitar tanggal 8 Juni, namun masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan terakhir. Jika kondisi memungkinkan, jemaah tersebut akan bergabung dengan rombongan utama.

Pemerintah daerah menegaskan tidak ada ketentuan khusus terkait pakaian atau atribut yang harus dikenakan saat penyambutan. Masyarakat dan keluarga dipersilakan berpakaian sopan dan sesuai kebiasaan masing-masing, termasuk pakaian adat khas daerah.

“Tidak ada aturan baku, tergantung gaya masing-masing. Namun secara makna ibadah, diharapkan tetap mencerminkan ketawaduan dan kesederhanaan setelah kembali dari Tanah Suci,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan kesiapan penuh dalam melayani kepulangan jemaah. Seluruh tahapan telah disusun dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang meliputi aspek keamanan, kesehatan, hingga kenyamanan, guna memastikan jemaah dapat berkumpul kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *