Kepala KPwBI Sulteng: Akselerasi Ekonomi Daerah Bertumpu pada Penguatan UMKM dan Digitalisasi Berkelanjutan

Berita55 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta percepatan transformasi digital sebagai dua pilar utama dalam mendorong akselerasi ekonomi daerah yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Soekarna, dalam wawancara khusus pada kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026, Selasa (11/8/2026).

Irfan menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pengembangan ekonomi daerah melalui tiga pendekatan strategis: penguatan akses pembiayaan, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.

“Kami ingin mengakselerasi ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM. Kami memperluas akses pasar, memperluas jangkauan digitalisasi, agar tercipta keselarasan antara sektor riil dan sistem pembayaran digital. Hal ini diharapkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang tidak hanya bertumpu pada sektor industri pengolahan dan pertambangan, melainkan juga tumbuh melalui sektor-sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan, seperti UMKM dan Ekonomi Hijau,” urai Irfan.

Dalam upaya memperkuat likuiditas usaha, Bank Indonesia memfasilitasi komitmen pembiayaan dari perbankan guna mendorong pertumbuhan usaha, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan kapasitas ekspor. Hingga saat ini, total komitmen pembiayaan yang telah disepakati mencapai sekitar Rp3 triliun, yang diperoleh dari rangkaian pertemuan bisnis dan kesepakatan pembiayaan pada kegiatan ini. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring berjalannya kegiatan selama tujuh hari ke depan.

Pada aspek digitalisasi, KPwBI Sulteng terus mendorong perluasan pemanfaatan Standar Pembayaran Indonesia (QRIS) ke berbagai kawasan ekonomi. Seiring dengan rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional, pada tanggal 14 Agustus 2026 akan dilakukan peluncuran penggunaan QRIS secara meluas di kawasan Pelabuhan Pademangan, serta wilayah Kabupaten Banggai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membiasakan masyarakat bertransaksi secara nontunai, cepat, dan tercatat secara transparan.

Irfan juga menegaskan pentingnya menata arah pertumbuhan ekonomi agar berjalan berkelanjutan. Untuk itu, pada rangkaian kegiatan berikutnya akan digelar sesi seminar dan diskusi bersama narasumber dari lembaga internasional, yakni Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Lembaga Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ). Pembahasan difokuskan pada pengembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau, guna memastikan pertumbuhan yang berlangsung ramah lingkungan dan berdaya tahan jangka panjang.

Ditinjau dari tingkat kesiapan pelaku usaha, Irfan menilai literasi digital di kalangan UMKM Sulteng telah berkembang cukup baik, meskipun perlu diperluas secara merata. Kemajuan nyata terlihat pada produk unggulan seperti Togean Naturale dari Kabupaten Tojo Una-Una, yang telah menembus pasar berbagai kota besar di Indonesia hingga mancanegara.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha secara menyeluruh, Bank Indonesia mendorong proses korporatisasi dan filialisasi usaha, serta memfasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha dengan penyedia jasa keuangan, baik perbankan maupun lembaga pembiayaan non-perbankan. Hal ini bertujuan memperluas akses pembiayaan dan memperkuat struktur permodalan usaha.

Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, KPwBI Sulteng menggabungkan dua agenda besar, yaitu Pekan QRIS Nasional (PKN) dan kegiatan penguatan UMKM, yang pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara terpisah. Penggabungan ini bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih terpadu antara kemajuan usaha riil dan kemudahan transaksi digital.

Sebanyak 39 pelaku UMKM unggulan dari berbagai sektor turut berpartisipasi, meliputi olahan pangan, minuman, kerajinan, hingga produk kopi yang menjadi keunggulan daerah dengan partisipasi 5–6 produsen kopi terpilih.

“Penggabungan kedua momen ini diharapkan memperkuat ikatan ekosistem antara pelaku usaha dan kemajuan sistem pembayaran digital, sehingga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga kokoh, merata, dan berkelanjutan,” pungkas Irfan.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *