Donggala, Majalahsinergitas.id — Puncak fenomena El Nino terjadi pada September 2026, dan diprediksi baru akan berakhir pada awal tahun 2027. Dampaknya tidak merata di seluruh 16 kecamatan Kabupaten Donggala; sebagian wilayah telah menerima curah hujan, sementara yang lain masih mengalami cuaca kering dan panas.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Donggala, Abd. Muin, pada Senin (28/9/2026).
“Sementara ini diperkirakan fenomena El Nino puncaknya di bulan September dan mungkin berakhir di awal tahun 2027. Untuk wilayah Kabupaten Donggala, fenomena alam ini tidak sama di 16 kecamatan,” ujar Abd. Muin.
Beberapa wilayah yang telah mencatat adanya hujan meliputi Kecamatan Rio Pakava, Pinembani, dan Labuan. Sementara itu, wilayah yang masih didominasi cuaca panas dan kering antara lain Kecamatan Balaesang, Dampelas, Sojol, serta Sojol Utara.
“Memang puncaknya yang diprediksi BMKG di bulan September ini cuacanya sangat panas, makanya kami sedang mengawasi ketat,” tambahnya.
Meskipun suhu tinggi masih terasa, pola cuaca dinilai masih berubah-ubah mengikuti pergerakan massa awan. BMKG memprediksi adanya hujan dalam beberapa hari ke depan, termasuk di Kecamatan Banawa yang diperkirakan menerima hujan dengan intensitas sedang dan durasi yang tidak terlalu lama.
Menyikapi kemungkinan turunnya hujan lebat dalam waktu dekat, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama yang berpotensi membahayakan hunian warga.
Pihaknya juga meminta perangkat kelurahan, desa, dan kecamatan untuk segera melakukan pembersihan saluran air dan selokan di wilayah masing-masing.
“Kami meminta kepada pihak kelurahan, pemerintah desa, dan kecamatan agar selokan air dibersihkan di wilayahnya masing-masing. Sehingga apabila hujan datang, air mengalir dengan baik dan tidak menimbulkan genangan maupun banjir,” pungkasnya.(Alir)
El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga Awal 2027, Pola Cuaca Berbeda Antar-Kecamatan di Donggala












