Donggala Pertama Dan Satu-Satunya Operasionalkan SNT Di Sulteng

Berita, Donggala31 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Kabupaten Donggala tercatat sebagai satu-satunya wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah yang ditetapkan mengoperasionalkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Keberhasilan ini merupakan buah dari upaya intensif Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dalam menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

“Di Indonesia hanya terdapat 17 sekolah transisi Sekolah Nasional Terintegrasi, dan salah satunya berada di Kabupaten Donggala. Ini berkat langkah Ibu Bupati Vera Elena Laruni yang mendatangi Kementerian, sehingga Donggala tidak hanya menjadi lokasi pembangunan, namun menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sulawesi Tengah yang mengoperasionalkan sekolah ini,” ungkap Ansyar.

Pada tahap awal atau masa transisi, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di gedung SKB Mavali. Pemerintah daerah memaksimalkan peluang ini mengingat dukungan besar yang diberikan pusat. Peserta didik nantinya akan mendapatkan fasilitas unggulan, antara lain satu unit laptop per siswa, lima pasang seragam lengkap, serta program makan siang gratis. Proses pembelajaran pun dirancang berstandar internasional.

Sementara itu, untuk penempatan tenaga pendidik, akan dibuka seleksi terbuka bagi guru maupun calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala sekolah telah ditetapkan berasal dari putra daerah Donggala, sedangkan untuk posisi guru akan melalui proses seleksi ketat dan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi kualifikasi. Pada tahap transisi ini, jenjang pendidikan yang dibuka meliputi SMP dan SMA.

Pembangunan gedung utama Sekolah Nasional Terintegrasi akan berlokasi di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa. Puncak tahap awal pembangunan berupa peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober atau awal November tahun ini.

“Insyaallah, jika tidak ada halangan, peletakan batu pertama dilaksanakan bulan Oktober atau awal November. Target kami, dalam kurun waktu satu tahun ruang belajar utamanya sudah siap digunakan. Selanjutnya akan disusul pembangunan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang semuanya berstandar internasional,” jelas Ansyar Sutiadi.

Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan kualitas pendidikan di Donggala, mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *