Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donggala Gelar Pendampingan Lomba Resensi, Perkuat Kemampuan Berpikir Kritis dan Budaya Baca

Berita, Donggala11 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Donggala menyelenggarakan kegiatan pendampingan dan pembekalan materi bagi peserta Lomba Resensi Buku yang akan dilaksanakan secara resmi pada Kamis mendatang. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Rabu (9/9/2026), sebagai upaya memastikan setiap peserta memahami kaidah, struktur, dan substansi penulisan resensi yang baik dan benar.

Kegiatan ini dihadiri dan dipaparkan oleh Asrianti, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Kearsipan, Herlina, S.H., M.H.

Pendampingan ini dirancang secara bertahap dan sistematis, dengan materi yang disampaikan oleh tiga narasumber berkompeten:

1. Pemahaman Dasar Resensi: Menjelaskan pengertian, tujuan, serta manfaat kegiatan meresensi karya tulis, khususnya bagi peserta yang baru pertama kali terlibat dalam kegiatan serupa;
2. Struktur dan Kaidah Kebahasaan: Mengupas secara mendalam susunan penulisan resensi, tata bahasa yang tepat, serta cara penyampaian penilaian yang objektif, santun, dan sistematis;
3. Teknik Analisis Karya: Membahas cara mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan isi buku, menyusun pertimbangan, serta merumuskan saran yang konstruktif dan berdasar.

“Kegiatan hari ini berfokus pada pendampingan langsung terhadap karya tulis resensi yang sudah dikirimkan peserta kepada panitia. Kami berikan arahan, perbaikan, dan penguatan pemahaman agar saat lomba berlangsung nanti, peserta mampu menyajikan hasil pemikiran yang matang, terstruktur, dan bernilai edukatif,” jelas Asrianti.

Meskipun konsep meresensi buku sudah dikenal luas, Asrianti menegaskan bahwa pembekalan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi peserta pemula. “Banyak yang tahu resensi itu adalah memberi penilaian terhadap buku, namun belum tentu memahami apa saja aspek yang harus dinilai, bagaimana cara menganalisis isi, hingga menyampaikan pendapat secara berimbang. Ini bukan sekadar menulis ulang isi buku, melainkan melatih kemampuan membaca secara tuntas, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara teratur,” urainya.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata mendukung gerakan literasi daerah. “Kita tidak bisa mengelak: langkah pertama untuk membuat resensi adalah membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Semakin sering masyarakat terbiasa membaca, menilai, dan berdiskusi mengenai isi karya, semakin tinggi pula mutu literasi dan wawasan masyarakat Kabupaten Donggala,” tambah Asrianti.

Penyelenggaraan lomba resensi ini diharapkan bukan sekadar ajang perlombaan sesaat, melainkan menjadi pemicu semangat membaca dan budaya berpikir kritis yang berkelanjutan. “Kegiatan sederhana seperti ini berdampak besar. Kami berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah terus mengembangkan dan memperbanyak program serupa, sehingga budaya literasi di Donggala semakin kuat, merata, dan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” pungkas Asrianti.

Lomba resensi ini sendiri merupakan salah satu rangkaian utama program pengembangan minat baca dan pengelolaan informasi daerah, yang ditujukan untuk mendorong masyarakat lebih mengenal, mencintai, dan memanfaatkan kekayaan karya tulis serta pengetahuan yang tersedia.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *