Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donggala Gelar Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal: Selamatkan Jejak Sejarah dan Kearifan Daerah

Berita, Donggala16 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala resmi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknik Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Daerah. Kegiatan berlangsung selama satu hari di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (13/7/2026), dan diikuti oleh perwakilan siswa, guru, masyarakat, serta pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dari seluruh wilayah kabupaten.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala, Fauziah, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Kearsipan Herlina, menyampaikan kegiatan ini bertujuan membekali peserta kemampuan menulis guna menjaga identitas dan kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kabupaten Donggala memiliki kekayaan luar biasa mulai dari tradisi, adat istiadat, cerita rakyat, sejarah, hingga kuliner tradisional. Namun kekayaan tersebut akan hilang dan terkubur jika tidak ada yang mendokumentasikannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin merangkai kembali jejak sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal daerah,” tegas Fauziah.

Bimtek ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Jambrin Abu Bakar, Duta Baca Sulawesi Tengah Asrianti, serta Songgo Siruah dari Balai Bahasa. Sementara itu, kegiatan dimoderatori oleh Staf Ahli Bupati Donggala, Bambang.

Sebanyak 50 peserta hadir dalam kegiatan ini, tak hanya dari wilayah pusat kabupaten, melainkan juga dari Kecamatan Pante Barat hingga Kecamatan Banawa Raya.

Fauziah menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan merangkai kata, melainkan langkah nyata sekaligus gerakan penyelamatan aset budaya daerah. Pihaknya berharap bimtek ini mampu melahirkan penulis lokal yang memiliki kepekaan tinggi terhadap keunikan dan kekhasan Kabupaten Donggala.

Selain itu, hasil tulisan peserta nantinya akan menambah koleksi bahan bacaan bermuatan lokal di perpustakaan daerah. Hal ini diharapkan membuat generasi muda lebih mengenal lingkungan dan budaya asalnya, sekaligus menjaga keaslian nilai-nilai budaya Donggala saat dikemas dalam tulisan yang menarik.

Kegiatan tidak berhenti pada pertemuan tatap muka ini saja. Para narasumber akan melanjutkan pendampingan kepada peserta secara daring melalui layanan Zoom. Fauziah menargetkan, dari proses pembinaan ini akan lahir minimal dua hingga tiga buku berbasis budaya lokal Donggala.

“Kami akan terus membimbing mereka sampai benar-benar mampu menyelesaikan karya tulisnya. Insyaallah target dua hingga tiga buku dapat terwujud sebagai hasil nyata dari kegiatan ini,” pungkasnya.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *