Dapodik Menjadi Acuan Utama Penentuan Prioritas Bantuan Revitalisasi Sekolah

Berita, Donggala8 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menegaskan bahwa kesesuaian data di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi kunci utama bagi setiap satuan pendidikan agar dapat diprioritaskan menerima bantuan program revitalisasi sekolah. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers, Rabu (16/9/2026).

Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan merehabilitasi serta membangun sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah-sekolah memiliki fasilitas yang layak, aman, dan nyaman untuk proses pembelajaran .

Ansyar mengingatkan para kepala sekolah dan operator pendidikan untuk segera membenahi dan memutakhirkan data Dapodik masing-masing secara jujur dan sesuai kondisi riil di lapangan. Peringatan ini disampaikan setelah ditemukan ketidaksesuaian data pada sejumlah sekolah saat dilakukan kunjungan kerja dan pemeriksaan langsung.

“Kami temukan beberapa sekolah mencantumkan kondisi ruang kelas, UKS, hingga toilet dalam keadaan baik di Dapodik, padahal kenyataannya belum demikian. Akibatnya, saat diverifikasi oleh tim Kemendikdasmen, sekolah tersebut dinilai tidak memerlukan penanganan dan prioritas bantuan justru beralih ke sekolah lain,” ungkap Ansyar .

Ia juga menyoroti praktik yang diduga mendorong penyajian data yang tidak sesuai fakta, di mana sebagian kepala sekolah terkesan “mengubah” kondisi data demi keperluan penilaian akreditasi. Padahal, hal tersebut justru merugikan sekolah itu sendiri karena membuat data kebutuhan perbaikan menjadi tidak terdeteksi.

“Ada sekolah yang sebenarnya membutuhkan rehabilitasi, namun datanya tercatat baik semua. Kami mengimbau agar data disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya. Kemendikdasmen menggunakan Dapodik sebagai acuan utama dalam menetapkan prioritas sekolah penerima bantuan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ansyar meminta seluruh pihak terkait segera meluruskan data Dapodik agar usulan yang disampaikan dinas selaras dengan kondisi yang tercatat secara nasional. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan perbaikan dapat masuk dalam daftar prioritas dan memperoleh bantuan revitalisasi secara tepat sasaran.

“Intinya, perbaiki data Dapodik. Itu dasar penentuan dari pusat. Jika datanya benar, bantuan akan tepat sasaran. Jika tidak, kesempatan lewat begitu saja,” pungkas Ansyar.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *