Donggala, Majalahsinergitas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mengeluarkan peringatan dini terkait perubahan pola iklim yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan data resmi dari Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri – BMKG, masyarakat diminta untuk segera bersiaga menyambut musim kemarau tahun 2026 yang diproyeksikan datang lebih awal dari biasanya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Damkar BPBD Donggala, Mohammad Natsir, dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
“Rujukan utama kami terkait kondisi iklim sepenuhnya bersumber dari artikel resmi SPAG Lore Lindu Bariri – BMKG tertanggal 02 April 2026. Yang perlu kita antisipasi bersama adalah potensi berkurangnya curah hujan di wilayah kita. Dampak nyatanya, musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi akan datang lebih awal, mulai terjadi secara bertahap sejak Juni dan meluas pada Juli,” ujar Natsir.
Berdasarkan analisis data yang diterima, kondisi cuaca ekstrem ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Data menunjukkan bahwa sekitar 52 persen wilayah Kabupaten Donggala diprediksi akan mengalami kondisi yang jauh lebih kering dibandingkan rata-rata tahun normal.
Selain itu, hampir 44,8 persen wilayah lainnya berpotensi menghadapi durasi atau lamanya musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Puncak kondisi kekeringan dan panas diperkirakan akan terjadi pada bulan September 2026.
“Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi karena data menunjukkan bahwa sekitar 52% wilayah diprediksi akan mengalami kondisi yang lebih kering dari normal, dan hampir 44,8% wilayah berpotensi menghadapi durasi kemarau yang lebih panjang,” tambahnya.
Merespons prediksi tersebut, BPBD Donggala saat ini gencar melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat. Pihaknya menekankan pentingnya langkah-langkah mandiri yang harus mulai diterapkan sejak dini.
“Fungsi kami di BPBD Donggala saat ini adalah memperkuat edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat agar melakukan langkah mandiri, seperti mulai bijak dalam penggunaan air bersih,” jelas Natsir.
Yang menjadi perhatian paling serius adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengingat kondisi tanah dan vegetasi yang akan semakin kering, pihaknya menegaskan larangan keras terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Yang paling utama adalah larangan keras pembukaan lahan dengan cara membakar, karena kondisi yang lebih kering akan membuat api sangat cepat merambat dan sulit dipadamkan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, BPBD meminta masyarakat Kabupaten Donggala untuk tidak panik, namun tetap menjaga kewaspadaan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta arahan teknis dari BPBD setempat.
“Kami meminta masyarakat di Kabupaten Donggala untuk tetap tenang namun selalu waspada dengan terus merujuk pada informasi resmi dari BMKG serta arahan teknis dari kami di BPBD Kabupaten Donggala. Kesiapan kita hari ini adalah kunci keselamatan kita di puncak kemarau nanti,” pungkas Natsir.(alir)
Waspada! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Tiba Lebih Awal, 52 Persen Wilayah Donggala Mengalami Kondisi Kering









