Warga Pengawu Keluhkan Soal Plat Deker Saluran Air, Proyek CV. Balaesang  Mandiri Jadi Sorotan

Berita220 Dilihat

palu, Majalahsinergitas.id – Proyek perbaikan saluran air (drainase) di kawasan Pengawu yang dikerjakan oleh CV. Balaesang Mandiri dengan nilai kontrak 196.202.000 menuai keluhan dari warga. Pasalnya, proyek tersebut tidak menyertakan pembangunan plat deker untuk akses masuk ke rumah-rumah warga.

Menurut seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, ketiadaan plat deker ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Akses keluar masuk rumah jadi susah, apalagi yang punya mobil. Kondisi ekonomi lagi sulit begini, bikin plat deker sendiri biayanya lumayan besar,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, PPTK PSU PERKIMTAN Deby Shanti, ST. MT menjelaskan bahwa anggaran untuk proyek drainase tersebut terbatas. “Kami memang tidak memasukkan plat deker untuk rumah pribadi dalam perhitungan RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan). Anggaran kami, yang berasal dari pokok pikiran (pokir) Dewan, sangat kecil. Kami harus memaksimalkan anggaran yang ada,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran hanya dialokasikan untuk plat deker di fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah. “Kalau untuk rumah pribadi, anggarannya tidak cukup. Apalagi jika ada sekitar 13 rumah saja yang membutuhkan plat deker, bisa habis anggaran kami di situ saja,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam desain drainase, saluran harus terhubung hingga ke outlet atau pembuangan akhir. “Jika ada jalan yang terpotong oleh drainase, kami akan buatkan plat deker. Tapi, sekali lagi, hanya untuk jalan utama, bukan akses ke rumah pribadi,” tegasnya.

Proyek drainase ini sendiri merupakan usulan dari anggota DPRD, Adi Pitoyo, yang diajukan pada tahun sebelumnya. “Mekanismenya memang begitu, usulan dari reses tahun kemarin baru dikerjakan tahun ini,” jelas Deby Shanti.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mencari solusi agar proyek drainase ini tidak merugikan masyarakat. “Kami mengerti anggaran terbatas, tapi tolonglah dipikirkan bagaimana caranya agar akses ke rumah kami tidak terganggu,” harap salah seorang warga.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *