Warga Donggala Sambut Gembira Kedatangan Tangga Kapal Penumpang PT PELNI di Pelabuhan Gonenggati

Berita, Donggala86 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Setelah bertahun-tahun menunggu, warga Kabupaten Donggala akhirnya menyambut dengan sukacita kedatangan tangga kapal penumpang milik PT PELNI di Pelabuhan Gonenggati. Kehadiran infrastruktur ini menandai babak baru dalam upaya mengembalikan layanan feri penumpang PELNI dari Kota Palu kembali ke Donggala, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 612 yang selama ini menjadi tuntutan utama masyarakat.

Kedatangan tangga kapal tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan prasyarat mutlak agar kapal-kapal besar PELNI dapat bersandar dengan aman dan nyaman di pelabuhan lokal. Tanpa fasilitas ini, operasional kapal penumpang tidak bisa dilakukan sesuai standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.

“Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang, hari ini kita menyaksikan buah kerja keras bersama. Tangga kapal sudah datang, dan itu artinya SK 612 mulai diwujudkan,” ujar Yuryanto, Ketua Bidang Riset Aliansi Rakyat Donggala Bersatu (ARDB) sekaligus aktivis lingkungan, saat dikonfirmasi Jumat (24/4/2026).

Yuryanto menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara tekanan publik, advokasi politik, dan dukungan teknis dari berbagai pihak. Ia secara khusus menyebut peran strategis ARDB yang dipimpin oleh H. Marwan H. Arsyad, yang konsisten mendorong implementasi SK 612 melalui dialog, demonstrasi damai, dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Ini bukan hanya tentang tangga kapal. Ini tentang hak dasar masyarakat Donggala untuk mendapatkan akses transportasi laut yang layak, terjangkau, dan terhubung langsung dengan pusat ekonomi regional seperti Palu,” tambah Yuryanto.

Dalam pernyataannya, Yuryanto juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada sejumlah pejabat dan institusi yang turut berkontribusi:

– Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, atas komitmen politiknya dalam mendukung pemulihan layanan PELNI di Donggala.
– Bupati Donggala, Vera Elena, yang secara aktif memfasilitasi proses koordinasi antar-instansi dan memastikan anggaran serta logistik tersedia.
– Anggota DPRD Kabupaten Donggala, yang terus mengawal isu ini melalui fungsi pengawasan dan legislasi.
– KSOP Teluk Palu, yang memberikan bantuan teknis dan regulasi agar pelabuhan Gonenggati memenuhi standar nasional untuk sandar kapal PELNI.

“Tanpa sinergi semua pihak, mustahil kita mencapai titik ini. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujar Yuryanto.

Tak kalah penting, Yuryanto juga mengapresiasi kontribusi pemilik Rumah Makan Sayang Bundo, Pak Waris, yang secara sukarela menyediakan tempat sebagai ruang diskusi strategis bagi ARDB. Di sana, rencana-rencana aksi, strategi lobi, dan analisis dampak sosial-ekonomi dirumuskan secara matang.

“Pak Waris bukan hanya menyediakan tempat makan, tapi juga ‘ruang demokrasi’ bagi rakyat Donggala. Dari situlah banyak ide lahir, termasuk desain tangga kapal yang sesuai kebutuhan lokal,” katanya sambil tersenyum.

Ia menambahkan, kehadiran tangga kapal ini telah memicu gelombang optimisme di kalangan nelayan, pedagang, pelajar, dan keluarga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Palu hanya untuk naik kapal PELNI.

“Warga Donggala sangat senang. Hari ini, mereka merasa didengar. Ini bukti bahwa suara rakyat, jika disatukan dan diperjuangkan dengan cerdas, pasti akan membuahkan hasil,” pungkas Yuryanto.

Kehadiran tangga kapal penumpang tidak hanya berdampak pada mobilitas manusia, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan kembalinya kapal PELNI ke Donggala, arus barang, jasa, dan wisatawan diprediksi meningkat signifikan. Sektor perikanan, pariwisata, dan UMKM lokal bakal mendapat suntikan vitalitas baru.

Selain itu, akses pendidikan dan kesehatan bagi warga pedalaman Donggala juga akan semakin terbuka, karena mereka kini dapat menuju Palu atau bahkan kota lain di Indonesia tanpa harus menggunakan kendaraan darat yang mahal dan memakan waktu lama.

Meski tangga kapal telah tiba, ARDB menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Pihaknya akan terus memantau:

1. Instalasi dan uji coba tangga kapal oleh PT PELNI dan KSOP.
2. Penjadwalan resmi keberangkatan kapal PELNI dari Gonenggati.
3. Penyediaan tiket online/offline yang mudah diakses warga.
4. Pengawasan terhadap tarif dan kualitas pelayanan.

“Kami akan tetap waspada. Jangan sampai setelah tangga datang, kapal tidak pernah berlabuh. Kami akan pastikan SK 612 benar-benar hidup, bukan cuma di atas kertas,” tegas Yuryanto.

Kedatangan tangga kapal penumpang PT PELNI di Pelabuhan Gonenggati Donggala adalah kemenangan kecil yang membawa harapan besar. Ini adalah bukti nyata bahwa partisipasi warga, kepemimpinan lokal, dan kebijakan publik yang responsif dapat menciptakan perubahan nyata.

Bagi warga Donggala, ini bukan sekadar infrastruktur — ini adalah jembatan menuju masa depan yang lebih adil, terhubung, dan sejahtera.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *