Wagub Sulteng Dorong Transmigrasi Inklusif: Bukan Sekadar Pindah, Tapi Bangun Masa Depan!

Berita75 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes., menegaskan bahwa program transmigrasi harus lebih dari sekadar relokasi penduduk. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi di ruang kerjanya, Senin (1/12).

Menurut Wagub Reny, transmigrasi harus menjadi motor penggerak pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. “Kita tidak hanya memindahkan orang, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan mereka berkembang,” ujarnya. Ekosistem yang dimaksud mencakup ketersediaan layanan kesehatan melalui puskesmas yang memadai, fasilitas pendidikan berkualitas, serta akses terhadap program pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Wagub Reny menekankan pentingnya program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dalam setiap proyek transmigrasi. “Transmigrasi harus membawa kesejahteraan. Intinya adalah membangun manusia dan membuka masa depan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Reny juga berbagi pengalaman hidupnya sebagai seorang perempuan yang sukses meniti karier di dunia kesehatan hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur. Ia menekankan pentingnya dedikasi, prinsip hidup, dan kerendahan hati dalam mencapai kesuksesan. “Saya selalu berpegang pada prinsip, hidup ini biasa saja, jalani dengan tulus. Nikmat itu datang ketika kita bisa berbagi ilmu dengan orang lain,” ungkapnya.

Wagub Reny juga memotivasi para anggota Tim Ekspedisi Patriot untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. “SDM kita harus maju. Saya senang melihat adik-adik yang terus berkembang. Sekolah yang baik dan terus belajar,” tambahnya.

Tim Ekspedisi Patriot yang beranggotakan 12 orang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Indonesia. Mereka telah bertugas selama hampir empat bulan di Kawasan Transmigrasi (KT) Palolo, Kabupaten Sigi, menjalankan misi sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selama sesi dialog, para anggota tim berbagi berbagai tantangan, keluh kesah, dan pengalaman berharga yang mereka temukan di lapangan. Mereka juga menyampaikan rencana untuk melanjutkan program ini tahun depan melalui beasiswa pembelajaran jarak jauh.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Reny meminta seluruh tim untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan membangun komunikasi yang sehat selama menjalankan tugas. “Kalian adalah bagian dari perubahan. Terus buat masyarakat merasa dekat, dimanapun kalian berada,” pesannya.

Tim Ekspedisi Patriot sendiri merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi yang bertujuan untuk melibatkan peneliti muda dalam melakukan riset di kawasan transmigrasi. Riset ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi, merumuskan strategi pengembangan, dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *