TPID Sulteng Siap Gerak Cepat Antisipasi Inflasi Jelang Idul Fitri, Targetkan Stabil di Maret

Berita32 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes mengajak seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota se-Sulteng untuk bersama-sama menyusun langkah antisipatif guna menekan tekanan inflasi yang kembali meningkat di awal tahun 2026. Forum koordinasi ini digelar secara hybrid di Gedung Pogombo pada Kamis pagi, sebagai ruang konsolidasi untuk menghadapi tantangan harga sebelum momen Idul Fitri.

Dilaporkan bahwa inflasi Sulteng pada Januari 2026 mengalami kenaikan setelah sebelumnya pada Desember 2025 berhasil ditekan hingga level toleransi 3,5%. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi seluruh pihak untuk mengambil tindakan sejak dini.

“Perubahan cuaca ekstrem mempengaruhi produksi pangan, menyebabkan kenaikan harga komoditas volatile food seperti bawang, cabai, ikan laut, telur, dan beras. Selain itu, tren memborong emas akhir-akhir ini juga memberi andil terhadap tekanan inflasi,” jelas Wakil Gubernur Reny.

Menjelang Idul Fitri, diperkirakan akan terjadi kenaikan harga tiket transportasi dan peningkatan pola konsumsi masyarakat, yang berpotensi memperparah kondisi inflasi. “Ayo kita cari tahu betul apa yang harus dilakukan supaya inflasi ini turun dan sehat kembali,” dorongnya untuk mendorong partisipasi aktif para peserta.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna menjelaskan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Sulteng, melainkan juga di provinsi tetangga. Kelangkaan stok pangan di daerah sekitar mendorong permintaan pasokan dari Sulteng sebagai produsen pangan terdekat, yang berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di dalam daerah sendiri, terutama menjelang periode libur panjang dan tradisi mudik.

Untuk mengatasi hal ini, direncanakan implementasi framework 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif) secara lebih terarah. Langkah konkret yang akan dilakukan antara lain mengintensifkan sidak pasar dan pasar murah, mengoptimalkan neraca pangan, memperkuat rantai distribusi, serta memperluas kerja sama antar daerah.

“Harapan kami saat bulan Maret, inflasi Sulteng lebih melandai,” ujar Irfan dengan optimis, menegaskan bahwa strategi yang disusun diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat hingga pasca-Idul Fitri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *