Tingkatkan Budaya Literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donggala Gelar Lomba Perpustakaan Desa Terbaik

Berita, Donggala21 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala menyelenggarakan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik yang diikuti oleh 20 desa di wilayah setempat. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian upaya peningkatan literasi yang telah dijalankan, sekaligus langkah strategis mendorong pemenuhan fasilitas perpustakaan di seluruh desa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala, Fauziah, S.Pd., M.Si., menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan pembekalan peserta pada Selasa (22/9/2026).

“Seluruh rangkaian kegiatan kami berfokus pada peningkatan literasi, dan hari ini menjadi kegiatan penutup dengan pelaksanaan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik se-Kabupaten Donggala. Sesuai ketentuan, sebanyak 20 desa terpilih mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Sebelum penilaian dilakukan, para peserta terlebih dahulu menerima pembekalan dari tiga narasumber terkait standar dan kriteria penilaian yang mengacu pada standar nasional perpustakaan. Materi yang diberikan menjadi panduan bagi perwakilan desa dalam menyiapkan dokumen serta pengelolaan perpustakaan di lingkungannya masing-masing.

Tim dewan juri direncanakan akan melakukan peninjauan langsung ke desa-desa peserta mulai tanggal 22 September, dengan hasil penilaian dijadwalkan dapat diumumkan pada 28 September 2026.

Fauziah menegaskan, tujuan lomba tidak hanya terbatas pada pemberian penghargaan bagi 20 desa peserta, melainkan menjadi pemicu agar seluruh desa di Kabupaten Donggala lebih memperhatikan pengelolaan dan pemenuhan sarana perpustakaan.

“Kami menargetkan minimal 60 persen dari total 158 desa di Kabupaten Donggala dapat memperhatikan pemenuhan standar perpustakaan yang baik. Hal ini penting karena belum semua desa memiliki fasilitas perpustakaan sendiri — padahal, sebuah desa dikatakan lebih maju apabila memiliki perpustakaan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan perpustakaan desa menjadi fondasi utama dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

“Bagaimana kami dapat meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Donggala jika desa itu sendiri belum memiliki perpustakaan?” tambahnya.

Fauziah berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang, sehingga pada akhirnya seluruh desa di Kabupaten Donggala dapat memiliki perpustakaan yang layak berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan wawasan masyarakat.

“Insyaallah kegiatan ini akan kami laksanakan kembali tahun depan, hingga nantinya seluruh desa di Kabupaten Donggala memiliki perpustakaan sendiri,” pungkasnya.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *