Tegas! Kadis Disdikpora Donggala Larang Pungutan Liar, Pastikan Dana Revitalisasi Digunakan untuk Fasilitas Berkualitas

Berita, Donggala34 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menegaskan komitmennya untuk mengawasi penggunaan dana revitalisasi sekolah secara ketat. Dalam arahannya kepada jajaran dinas dan kepala sekolah, Senin (20/4/2026), ia melarang keras adanya praktik pungutan liar (pungli) dan mewajibkan penggunaan material berkualitas tinggi.

“Semua teman-teman di dinas tidak boleh ada pungutan. Yang kita lakukan adalah mengarahkan kepada kepala sekolah agar betul-betul menggunakan semua yang berkualitas,” ujar Ansyar Sutiadi dengan tegas.

Untuk memastikan bangunan sekolah kokoh, awet, dan nyaman, Ansyar memerintahkan adanya standar khusus dalam perencanaan hingga pelaksanaan. Ia menekankan tiga poin utama yang harus dipatuhi:

1. Prosedur Teratur: Harus ada perencanaan matang terlebih dahulu sebelum pelaksanaan dan evaluasi.
2. Material Tahan Lama: Penggunaan material tidak boleh menggunakan unsur kayu. Kusen pintu dan jendela wajib menggunakan aluminium mengingat ketersediaan kayu yang semakin sulit dan kurang tahan lama.
3. Fasilitas Standar Pabrik: Seluruh perabot sekolah seperti meja dan kursi harus merupakan hasil produksi pabrikan yang berkualitas baik.

“Saya tidak izinkan kalau tidak pakai PVC untuk plafon. Makanya saya jaga dari perencanaannya. Cari tukang yang bagus dan bila perlu cari yang memang memiliki keahlian. Saya tidak mau lagi melihat kursi, meja, dan pintu yang belum apa-apa sudah retak,” tegasnya.

Kabupaten Donggala tercatat mendapatkan alokasi dana revitalisasi yang sangat besar dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total dana yang berhasil dikerahkan mencapai sekitar Rp70 miliar untuk tahun 2026 ini.

Jumlah ini menjadikan Donggala sebagai salah satu daerah dengan penerima dana terbesar, bahkan disebut-sebut sebagai yang terbanyak di Sulawesi Tengah dan masuk skala nasional.

Secara rinci, untuk tahap pertama saja, sebanyak 33 SD dan 16 SMP mendapatkan alokasi reguler. Belum termasuk tambahan melalui jalur aspirasi DPR RI serta bantuan untuk tingkat PAUD. Secara total, sudah lebih dari 50 unit sekolah yang akan direvitalisasi pada tahap ini, dan masih akan berlanjut hingga tahap keempat.

“Rata-rata satu sekolah dapat satu miliar lebih. Kita ingin betul-betul memperbaiki sarana dan prasarana karena kita sadar APBD kita sulit, makanya kita kejar APBN,” tambahnya.

Ansyar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring setiap saat. Ia juga menyoroti kondisi sekolah-sekolah yang masih rapuh akibat gempa, seperti SMP 2 Pinembani yang kondisinya miring karena konstruksi kayu. Sekolah-sekolah ini menjadi prioritas untuk segera mendapatkan perbaikan.

Ia mengimbau seluruh kepala sekolah untuk merencanakan anggaran dengan baik. Meski memberikan ruang bagi usulan aspirasi, namun teknis pelaksanaan harus tetap mengikuti standar yang telah ditetapkan Disdikpora.

“Jadi kalau ditanya intervensi maksudnya apa? Kalau intervensi yang dimaksud pungli, kita tidak ada. Itu kalau saya dapat, akan saya proses yang melakukan pungli itu. Kami ingin sekolah yang bagus dan tidak mau kecewa seperti tahun lalu,” pungkas Ansyar Sutiadi.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *