SULTENG SIAP MANDIRI! FK Untad Buka 3 Prodi Spesialis untuk Jawab Kekurangan Dokter di Daerah

Berita14 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Sulawesi Tengah siap mencetak dokter spesialis sendiri! Pemerintah Provinsi Sulteng mendukung penuh pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad), dengan tiga prodi strategis yang akan segera dibuka.

Rapat koordinasi terkait persiapan pembukaan dan penerimaan PPDS telah digelar secara daring pada hari Kamis (09/02/2026), yang diikuti Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dari ruang kerjanya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Rektor Untad, Dekan FK Universitas Hasanuddin, Dekan FK Untad, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, serta perwakilan kabupaten/kota se-Sulteng.

Dalam arahannya, Wagub Reny menegaskan komitmen 100 persen dari Pemprov Sulteng untuk mendukung pembukaan tiga prodi spesialis, yaitu Penyakit Dalam, Bedah, dan Obstetri dan Ginekologi. Program ini akan dikelola FK Untad bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin.

“Kita siap dari sisi sarana prasarana, termasuk dukungan anggaran yang dibutuhkan baik oleh fakultas maupun rumah sakit pendidikan,” tegasnya.

RS Undata telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan pertama untuk mendukung pelaksanaan PPDS, dengan sarana prasarana yang terus dibenahi guna mempercepat proses akreditasi.

Beasiswa Berani Cerdas Jadi Andalan Pembiayaan

Terkait pembiayaan peserta, Pemprov Sulteng akan menggunakan skema program beasiswa Berani Cerdas yang telah berjalan sebelumnya melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Unhas. Skema pembiayaan akan dibahas lebih lanjut agar efektif dan tepat sasaran, dengan pembatasan masa studi maksimal delapan semester untuk mengontrol penggunaan anggaran.

Wagub Reny menekankan bahwa pembukaan PPDS ini bertujuan untuk menjawab persoalan kekurangan dokter spesialis di seluruh kabupaten/kota di Sulteng, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

“Salah satu poin penting adalah seleksi peserta tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga komitmen pengabdian di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya. “Tidak ada gunanya kita mendidik dokter spesialis jika setelah selesai mereka enggan kembali ke daerah. Komitmen pengabdian ini harus menjadi perhatian bersama.”

Pembukaan PPDS FK Untad diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian Sulteng dalam mencetak dokter spesialis, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *