Sulteng Genjot Pengelolaan Terpadu Pesisir Dan Laut Demi Ekonomi Biru Berkelanjutan

Berita82 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) semakin serius dalam menggarap potensi ekonomi biru dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan! Hal ini ditegaskan dalam acara High Level Dialog yang dibuka oleh Kadis Kehutanan Provinsi Sulteng, Muhammad Neng  mewakili Gubernur pada Kamis (23/10) di Hotel Gransya.

Diskusi tingkat tinggi ini mengangkat tema pentingnya pendekatan manajemen terintegrasi dan berkelanjutan untuk mendukung Integrated Coastal Management (ICM) dan Marine Protected Area (MPA). Kedua model ini menjadi kunci dalam pembangunan ekonomi biru yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan ekosistem laut dan pesisir Sulteng.

Taman Nasional Togean Jadi Sorotan ASEAN

Program ASEAN ENMAPS, yang bertujuan meningkatkan pengelolaan kawasan perairan di wilayah pesisir dan taman nasional di Indonesia, Filipina, dan Thailand, menjadikan Taman Nasional Togean di Tojo Unauna sebagai salah satu proyek penting.

Kadis Muh. Neng menyampaikan apresiasi atas inisiatif bersama ASEAN Centre for Biodiversity dan UNDP dalam memperkuat jaringan kawasan perlindungan laut dan pesisir. Ia juga menekankan bahwa masa depan Sulteng sangat bergantung pada cara pengelolaan hutan, laut, dan pesisirnya secara terpadu.

Sekaitan dengan itu, beberapa payung hukum konservasi yang kuat serta relevan dengan High Level Dialog sudah dipunyai Sulteng.

Dimulai dari Perda Nomor 10 Tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K); Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan; Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023-2042 hingga Perda Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kelautan dan Perikanan.

“Payung hukum tersebut juga selaras dengan visi Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan tahun 2025-2029,” tegas kadis kehutanan

Direktur Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan RI, Sapto Aji Prabowo, menegaskan bahwa konservasi adalah investasi jangka panjang untuk menjamin kelestarian hutan, laut, dan pesisir bagi generasi mendatang. Ia berharap dialog ini menghasilkan komitmen nyata dalam aksi kolaborasi menjaga lingkungan.

Acara ini juga dihadiri oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng, Bupati Tojo Unauna yang diwakili kadis pariwisata, akademisi, dan perwakilan organisasi nonpemerintahan. Semua pihak menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan Sulteng demi masa depan yang lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *