Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pemulihan korban konflik dan terorisme dengan menggelar Forum Pembelajaran Reflective Structured Dialogue (RSD). Acara yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si, pada Jumat (29/8) di Hotel Grand Sya ini, bertujuan untuk mengadopsi pendekatan RSD secara lebih luas dalam penanganan konflik di Sulteng.
Forum ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, lembaga non-pemerintahan, akademisi, hingga para penyintas konflik. Gubernur Sulteng melalui Asisten Fahrudin menekankan bahwa RSD mampu menjembatani perbedaan perspektif dan menyelesaikan konflik secara inklusif.
“Pengalaman pahit konflik horizontal di Poso menjadi pelajaran berharga yang tak boleh terulang,” tegas Fahrudin, seraya menambahkan pentingnya memandang korban sebagai individu yang berhak atas pemulihan bermartabat.
Yayasan AMAN Indonesia, melalui Manajer Inovasi Desain dan Monitoring Evaluasi, Gufran, menjelaskan bahwa pendekatan RSD telah berhasil digunakan dalam pemulihan trauma bagi penyintas kekerasan di Lembatongoa, Sigi pada tahun 2020. “RSD ini adalah model pendekatan baru untuk pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” ujarnya.
Dengan adanya forum ini, diharapkan Sulteng dapat memperkuat imunitas sosial dan mewujudkan masyarakat yang tangguh serta harmonis.(*)
Sulteng Gagas Forum Pembelajaran RSD: Jurus Ampuh Pulihkan Luka Konflik dan Perkuat Imunitas Sosial!












