Sulteng “Berani Nambaso” Inklusi Keuangan: Wagub Reny Gebrak Meja, Target 2026

Berita103 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., membuka Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Tengah dengan semangat membara. Bertempat di Aula BPKAD pada Selasa (18/11), Wagub Reny menyerukan gerakan nyata untuk memperluas inklusi keuangan di seluruh pelosok Sulawesi Tengah.

Dengan mengusung semangat “Berani Nambaso” – sebuah filosofi lokal yang berarti berani mendobrak batasan dan melakukan inovasi – Wagub Reny mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk keluar dari zona nyaman dan mencari cara-cara baru dalam meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat.

“Kita harus berani keluar dari cara-cara konvensional. Berani berinovasi, memperkuat layanan keuangan, dan yang paling penting adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tegas Wagub Reny dengan nada bersemangat.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan peningkatan inklusi keuangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan seluruh pihak terkait. Tanpa kolaborasi yang solid, target inklusi keuangan berkelanjutan pada tahun 2026 akan sulit tercapai.

Namun, Wagub Reny juga memberikan perhatian khusus pada masalah pengendalian kredit bermasalah. Beliau mengingatkan lembaga keuangan untuk tidak membebani masyarakat dengan bunga tinggi yang justru membuka ruang bagi praktik rentenir yang merugikan.

“Tolong jangan terlalu tinggi bunganya. Banyak masyarakat kecil yang akhirnya terjebak karena beban bunga lebih besar dari pokok. Kita ingin hadir sebagai pelindung, bukan pemberat,” ujarnya dengan nada prihatin.

Untuk mengatasi masalah pinjaman online ilegal yang semakin marak, Wagub Reny meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh perbankan untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat.

Selain itu, Wagub Reny juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sejak usia dini. Beliau mendorong program pembukaan rekening pelajar di jenjang SD, SMP, dan SMA dengan persyaratan yang lebih mudah dan terjangkau.

“Menabung harus dibiasakan sejak dini. Jangan dipersulit administrasinya. Kita ingin anak-anak termotivasi untuk belajar mengatur keuangan,” katanya.

Wagub Reny mengapresiasi perbankan yang telah aktif membuka layanan tabungan pelajar, namun meminta agar prosesnya semakin disederhanakan dan tidak membebani siswa dari keluarga kurang mampu.

Menutup sambutannya, Wagub Reny memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan akses keuangan di Sulawesi Tengah.

“Setiap langkah yang kita lakukan adalah fondasi untuk memperkuat ekonomi daerah. Mari kita bangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tutupnya.

Rapat Pleno TPAKD Provinsi Sulawesi Tengah ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Mewujudkan Inklusi Keuangan Berkelanjutan 2026” dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala BPKAD Dr. Rudi Dewanto, S.E., MM., jajaran lembaga jasa keuangan perbankan dan non-perbankan, serta seluruh anggota TPAKD Sulteng.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *