Sulawesi Tengah dan Jerman Perkuat Kerja Sama Ekonomi Berkelanjutan, Bidik Pertanian, Perkebunan, hingga Mineral

Berita28 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Jerman dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis pengelolaan sumber daya alam daerah. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026).

Wagub Reny didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., serta kepala perangkat daerah terkait menyambut kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua belah pihak, khususnya dalam pembangunan ekonomi yang lestari dan berdaya saing.

“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkannya secara berkelanjutan.”
— Wagub Reny A. Lamadjido

Sulawesi Tengah memiliki wilayah luas yang mencakup 12 kabupaten dan satu kota dengan beragam komoditas unggulan. Salah satu andalan utama adalah kakao, dengan produksi mencapai 126.516 ton pada tahun 2025. Meski demikian, sektor ini menghadapi sejumlah tantangan: penurunan produktivitas akibat kondisi tanah, tanaman tua, serangan hama, perubahan iklim ekstrem, alih fungsi lahan, serta keterbatasan teknologi dan pendampingan.

Pemerintah daerah berupaya mengatasi kendala tersebut melalui penguatan model pertanian berkelanjutan, termasuk kerja sama internasional. Selain kakao, dikembangkan pula komoditas kelapa beserta industri hilirisasinya — mulai dari santan, susu kelapa, hingga pemanfaatan tempurung sebagai energi alternatif.

“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi memperoleh manfaat yang lebih besar.”

Pengembangan ini juga melibatkan penguatan rantai pasok serta peran sektor swasta, BUMN, BUMD, dan Koperasi Merah Putih.

Duta Besar Jerman, Ralf Beste, menyambut baik peluang tersebut dan menegaskan komitmen negaranya untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Sulawesi Tengah. Hubungan bilateral Indonesia–Jerman telah terjalin selama 70 tahun dan terus berkembang pesat. Selain pertanian dan perkebunan, pihak Jerman juga menyoroti potensi sektor mineral sebagai salah satu keunggulan daerah.

“Kerja sama ini tidak hanya mencakup pertanian dan perkebunan, tetapi juga sektor mineral. Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat berinvestasi.”

Kedutaan Besar Jerman berperan memfasilitasi pertemuan pelaku usaha kedua negara guna menjajaki investasi yang saling menguntungkan, sekaligus mendukung transfer teknologi dan pengetahuan untuk pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan

Pertemuan ini menjadi langkah awal kemitraan strategis antara Sulawesi Tengah dan Jerman berlandaskan prinsip keberlanjutan. Di akhir kegiatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Duta Besar Jerman sebagai simbol penguatan hubungan dan komitmen bersama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *