Sinergi AMNU dan Dinas Perikanan Donggala Siap Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih di Panggalaseang

Berita, Donggala34 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Sinergi strategis terjalin antara  organisasi Anak Muda Nusantara (AMNU) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan Program Strategis Nasional Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Desa Panggalaseang, Kecamatan Sojol, ditetapkan sebagai lokasi prioritas utama yang akan segera dikembangkan.

Program ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam keterangan yang diperoleh, Selasa (11/8/2026).

Founder AMNU Sulawesi Tengah, Handrianto, menegaskan komitmen organisasinya untuk mengawal pelaksanaan program prioritas nasional tersebut. Dari 10 titik usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Donggala, Desa Panggalaseang dipilih sebagai lokasi utama pembangunan yang akan segera direalisasikan.

“Pemerintah membangun dan memfasilitasi, masyarakat berpartisipasi dan mengelola, dunia usaha membuka akses pasar, dan seluruh pemangku kepentingan bersama-sama menjaga keberlanjutan program,” ujar Handrianto.

Menyambut peringatan Hari Ikan Nasional yang jatuh pada 25 November 2026, AMNU bersama Dinas Perikanan dan Kelautan akan menggelar kegiatan bersama di Desa Panggalaseang dengan tema: “Dari Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan Masyarakat: Membangun Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kampung Nelayan Merah Putih yang Produktif, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dirancang sebagai forum partisipatif yang melibatkan masyarakat pesisir, kelompok nelayan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok perempuan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif para pemuda dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala telah mengusulkan 10 titik lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan, dan ke depannya akan diperluas hingga menjangkau 14 kecamatan.

Pada alokasi tahun 2026, pembangunan difokuskan di wilayah Kecamatan Banawa, Tanantovea, Sindue, Sindue Tombusabora, Balaesang, Sojol, dan Sojol Utara.

Sebagai langkah awal di Desa Panggalaseang, Ali Assagaf menyarankan agar segera diadakan forum tatap muka langsung dengan warga. Hal ini diperlukan agar masyarakat memahami sepenuhnya ruang lingkup proyek sebelum dan sesudah pembangunan, sekaligus melahirkan kesepakatan dan rekomendasi pengelolaan kawasan. Selain itu, juga direncanakan digelarnya lomba memancing sebagai sarana mengukur potensi perikanan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program.

Ali Assagaf menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya terbatas pada penyediaan infrastruktur semata, melainkan mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, hingga pendampingan berkelanjutan.

“Kampung Nelayan Merah Putih harus berkembang sebagai ekosistem ekonomi terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, warga pesisir tidak sekadar bergantung pada bantuan, melainkan tumbuh menjadi komunitas yang produktif, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Ali Assagaf.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *