Setelah Penantian 3 Dekade, Vihara Karuna Dipa Palu Diresmikan: Wagub Reny Harapkan Jadi Pusat Kedamaian!

Berita78 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Penantian panjang selama tiga dekade akhirnya berbuah manis. Vihara Karuna Dipa Palu, yang pembangunannya dimulai sejak tahun 1995, secara resmi diresmikan pada Minggu (16/11) dalam sebuah upacara khidmat yang dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.

Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi umat Buddha di Sulawesi Tengah, sekaligus simbol harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Tadulako. Selain Wagub Reny, hadir pula sejumlah undangan penting dari unsur Forkopimda, pejabat daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga para pemuka agama Buddha.

Dalam sambutannya, Wagub Reny menyampaikan salam hormat dan apresiasi mendalam dari Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menjaga semangat pembangunan Vihara Karuna Dipa selama puluhan tahun.

“Marilah kita berdoa semoga vihara ini menjadi tempat suci yang membawa damai bagi umat Buddha dan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” harap Wagub Reny dengan tulus. Ia juga menekankan pentingnya peran rumah ibadah sebagai pusat penjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama.

Ketua Yayasan Karuna Dipa, Wijaya Chandra, mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama vihara ini dilakukan pada tahun 1995 oleh dua tokoh penting: Gubernur Sulteng saat itu, Aziz Lamadjido (ayah dari Wagub Reny Lamadjido), dan Robby Chandra (ayah dari Wijaya Chandra yang menjadi panitia pembangunan).

Lamanya proses pembangunan, menurut Wijaya Chandra, merupakan strategi yayasan untuk memprioritaskan pendidikan umat melalui pengembangan sekolah Karuna Dipa. “Umat kita akan kuat kalau terdidik, maka pengembangan fokus dulu ke sekolah, baru vihara,” jelasnya.

Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia, Bhante Sri Sbhapanno, Mahathera, turut mengapresiasi langkah yayasan yang mengutamakan pendidikan. Ia berharap Vihara Karuna Dipa dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah, masyarakat Sulawesi Tengah, dan Indonesia secara umum. “Keistimewaan Palu ini, setelah sekolahnya maju, baru vihara yang dibangun,” pujinya.

Vihara Karuna Dipa berdiri megah di lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Di antaranya adalah gedung utama untuk ritual keagamaan, ruang pendidikan agama untuk pelajar, tempat tinggal biksu dan tamu vihara, aula serbaguna, gedung kantor, dapur, serta bangunan edukasi berupa candi dan stupa. Dengan fasilitas yang lengkap ini, Vihara Karuna Dipa diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial bagi umat Buddha di Sulawesi Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *