Sektor Pertanian dan Kebutuhan Dasar Menjadi Sorotan Reses Deny di Desa Maku

Berita, Sigi14 Dilihat

Sigi, Majalahsinergitas.id — Kantor Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, menjadi pusat dialog warga pada Selasa, 18 Agustus 2026. Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Deny, hadir langsung di tengah masyarakat dalam kegiatan reses—momen penting untuk menyerap aspirasi akar rumput, khususnya yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian, perkebunan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pertemuan ini mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Maku menaruh harapan besar pada pengembangan potensi agraris sebagai tulang punggung perekonomian desa. Usulan yang disampaikan mencerminkan kebutuhan nyata untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sosial warga sehari-hari.

Sebagai daerah yang bertumpu pada pertanian dan perkebunan, ketersediaan sarana pendukung menjadi prioritas utama. Warga mengusulkan pengadaan sumur atau alkon untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan kebun kakao—sektor yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat. Keterbatasan air dinilai menghambat pemeliharaan tanaman, sehingga pengairan yang memadai dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Selain itu, masyarakat memohon dukungan berupa bibit kakao berkualitas, program pembibitan pohon kelapa, serta bibit tanaman buah seperti jeruk dan jambu. Diversifikasi komoditas diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga petani.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, warga mengusulkan bantuan bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kebun PKK. Program ini tidak hanya mendukung ketersediaan obat alami bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi tambahan melalui pengolahan tanaman obat.

Sementara itu, untuk menunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan, masyarakat mengajukan pengadaan lima unit lampu jalan di Dusun I. Penerangan jalan yang memadai dinilai penting untuk kelancaran aktivitas warga di malam hari serta peningkatan keamanan wilayah.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Deny menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan secara langsung. Ia menegaskan bahwa reses adalah wadah untuk memastikan suara rakyat didengar dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.

“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan dalam memperjuangkannya melalui mekanisme yang sesuai, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Deny.

Seluruh usulan yang terhimpun akan diinventarisasi dan diperjuangkan sesuai kewenangan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah. Penguatan sektor pertanian dan perkebunan akan menjadi fokus utama, mengingat peran strategis sektor tersebut dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis, mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen. Melalui pencatatan dan inventarisasi yang menyeluruh, diharapkan aspirasi masyarakat Desa Maku dapat menembus kebijakan pembangunan daerah—menghasilkan program yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *