Sebanyak Rp2,86 Triliun Uang Rupiah Untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Sulteng

Berita54 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Dalam rangka menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah menyediakan uang Rupiah sebesar Rp2,86 triliun, meningkat 39% dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya. Penyediaan uang yang lebih banyak ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pecahan uang, terutama yang nilainya lebih kecil namun memiliki makna khusus dalam tradisi perayaan Idul Fitri.

Kepala KPwBI Sulteng Irfan Sukarna menuturkan  bahwa Sebagai otoritas pembayaran dan penyelenggara uang Rupiah, BI memiliki tugas untuk menyediakan uang ke seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk periode Ramadan dan Idul Fitri, kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan & Berkah Idul Fitri (SERAMBI) difokuskan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, termasuk pecahan-pecahan yang memiliki arti khusus saat diberikan sebagai bagian dari kebersamaan dan tradisi masyarakat.

“Kita tahun ini menyediakan uangnya relatif lebih banyak, sekitar 30-an hingga 39 persen dibandingkan tahun lalu, supaya lebih banyak lagi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan uang Rupiahnya,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna.

Meskipun Palu sebagai ibu kota provinsi menjadi wilayah dengan jumlah penyediaan terbesar karena konsentrasi penduduknya, distribusi uang Rupiah tidak hanya fokus di sana. BI bekerja sama dengan 22 bank untuk membuka 26 titik layanan penukaran uang yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Toli-Toli, Poso, Bungku, dan Luwuk.

“Frekuensinya lebih banyak, jumlah yang kita sediakan lebih banyak, kerjasama dengan perbankan juga kita tingkatkan karena sebenarnya lebih banyak penukaran yang dilakukan melalui perbankan,” tambahnya. Detail titik-titik layanan khusus di Palu akan disampaikan oleh masing-masing bank yang terlibat.

Seluruh pecahan uang, baik besar maupun kecil, tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kegiatan penukaran uang berlangsung mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026, sementara rangkaian Gebyar Ramadan akan digelar dari 28 Februari hingga 8 Maret 2026.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, menambahkan bahwa penyediaan uang Rupiah yang memadai merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan kenyamanan dan ketenangan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

“Uang pecahan-pecahan inilah yang dibutuhkan masyarakat untuk kebersamaan dengan keluarga dan anak-anak kecil. Alhamdulillah dengan penyediaan yang meningkat 30% lebih dari tahun sebelumnya, diharapkan tidak terjadi keramaian dan gangguan ibadah saat penukaran uang,” ucapnya.

Rudi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berharap koordinasi antara BI dan perbankan dapat berjalan dengan baik, sehingga ketersediaan uang Rupiah tetap terjaga hingga akhir periode Ramadan dan Idul Fitri.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *