Pj Bupati Donggala Yang Diwakili Oleh Sekretaris Daerah Dalam Sambutannya Pada Acara Audit Kasus Stunting

Berita, Donggala703 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Pj. Bupati Donggala yang diwakili Sekretaris daerah Kabupaten Donggala Dr. Rustam Efendy membuka sejara resmi Sosialisasi Audit Kasus stunting tingkat Kabupaten Donggala, dalam sambuutannya mengatakan bahwa audit kasus stunting (AKS) merupakan upaya identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin dan sumber data lainnya, khususnya sebagai penapisan kasus-kasus yang sulit termasuk mengatasi masalah yang mendasar pada kelompok sasaran audit beresiko stunting, yaitu calon pengantin (CATIN), ibu hamil, ibu menyusui / ibu nifas dan BADUTA / BALITA.

Prevalensi stunting Kabupaten Donggala hasil SSGI tahun 2022 34,2%, mengalami kenaikan 1,7% menjadi 34,1% berdasarkan survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Secara real Time melalui inputan EPPGM bulan Agustus 2024 Kabupaten Donggala angka stuning 17,4, angka wasting 6,0%, dan angka underweight 14,8%. tentu ini tanda-tanda yang sangat menggembirakan,

namun program untuk terus menjaga agar angkatan kita tidak naik harus kita terus lakukan mengingat angka wasting dan underweigh Donggala masih lumayan tinggi. Harapan Kita semoga tahun 2024 hasil SSGI bisa menurun paling tidak mendekati mencapai target nasional 14%.

Penekanan angka stunting yang ditargetkan oleh pemerintah 14% tahun 2024 merupakan target yang wajib dicapai, karena stunting dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, kata sekretaris Daerah kabupaten donggala Dr H Rustam Efendi saat membuka kegiatan dan ditemani oleh Kepala dinas P2KB Dr H Lasamudia. Kapolres donggala yang di wakili. Danramil. Kepala bidang BKKBN provinsi. Di hadiri oleh kepala OPD Asisten. direktur rumah sakit. Camat Lurah dan kepala bidang OPD Pada hari kamis tanggal 12/09/2024 di ruangan kasiromu

Untuk mencapai target tersebut PJ Bupati Donggala yg diwakili oleh sekretaris Daerah Dr H Rustam Efendi mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat terutama yang hadir untuk saling bersinergi dan bekerja sama untuk mengatasi kondisi stunting, dan meminta agar audit kasus stunting yang dilakukan ini memiliki dampak yang terukur dimulai dari identifikasi kasus hingga dilakukannya desiminasi dan rekomendasi dari tim pakar. agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat kabupaten.

Berbagai masalah yang saat ini masih dihadapi dalam upaya mengatasi stunting beserta rumusan aksi nyata yang harus dilakukan.

Waktu kita tinggal beberapa bulan ke depan untuk mencapai target 14% pada tahun 2024. Kabupaten Donggala banyak hal yang harus dibenahi di lapangan, dari aspek tata kelola, koordinasi, anggaran, data dan komitmen. Diharapkan agar seluruh pihak terkait benar-benar fokus pada intervensi yang mempunyai daya ungkit pada intervensi yang menyasar langsung pada calon pengantin, ibu hamil, dan anak di bawah 2 tahun.

sebagai gerakan untuk mengatasi berbagai persoalan kesehatan termasuk stunting. Untuk mengatasi masalah ini, aksi yang dapat dilakukan adalah dengan mendorong kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam penanganan percepatan penurunan stunting pungkasnya. (Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *