Pemprov Sulteng Gandeng Lemhannas RI Tingkatkan SDM Unggul di Era Digital

Berita87 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di era digital. Diskusi kajian jangka pendek bertema “Peningkatan Kompetensi SDM Unggul melalui Kolaborasi Multipihak di Era Digital” digelar di Hotel Grand Sya, Kamis (27/11/2025).

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, M.M., mewakili Gubernur dalam acara tersebut. Hadir pula Plt. Deputi Pengkajian Strategis Lemhannas RI, Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H.; anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah; unsur Forkopimda; perwakilan akademisi; OPD terkait; serta para pemangku kepentingan di bidang transformasi digital dan pengembangan SDM.

Sekda Novalina menyampaikan apresiasi kepada tim Lemhannas RI atas kehadirannya di Sulteng. Ia menekankan bahwa tema diskusi ini sangat relevan dan krusial bagi kemajuan daerah di era digital.

“Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kebanggaan dan kesempatan berharga bagi kami untuk berbagi pandangan, memperdalam pengetahuan, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan daerah di era digital,” ujar Sekda.

Menurutnya, daya saing daerah di era digital tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelola sumber daya tersebut. Sulawesi Tengah memiliki potensi besar, namun tantangan pembangunan masih perlu diatasi.

Sekda Novalina menjelaskan bahwa Sulteng sedang berada dalam fase transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, khususnya nikel. Hal ini membuka peluang besar untuk penciptaan lapangan kerja, namun juga menuntut peningkatan kompetensi SDM agar mampu bersaing dalam industri berbasis teknologi dan standar global.

“Sulawesi Tengah kini berada pada fase transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, khususnya nikel dan turunannya. Kondisi ini membuka peluang besar penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menuntut peningkatan kompetensi SDM agar mampu bersaing dalam industri berbasis teknologi dan standar global,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya penguatan SDM aparatur pemerintah dan masyarakat agar dapat menjadi pelaku utama pembangunan. Pemprov Sulteng terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM melalui berbagai program, termasuk asesmen talenta untuk mendukung program 9 Berani.

Sekda Novalina juga menyoroti agenda terobosan pengembangan SDM aparatur melalui Corporate University Sulawesi Tengah, yang melibatkan multipihak seperti akademisi, industri, komunitas profesional, dan lembaga nasional. Tujuannya adalah untuk mencetak ASN yang adaptif, inovatif, serta mampu menjadi penggerak transformasi layanan publik dan pembangunan daerah.

Ia berharap Sulteng menjadi daerah prioritas pusat untuk mendapatkan bantuan dan menekankan bahwa kolaborasi multipihak menjadi fondasi keberhasilan percepatan peningkatan kompetensi SDM daerah.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, Lemhannas RI, akademisi, dunia industri, dan masyarakat, diharapkan kapasitas SDM Sulawesi Tengah dapat meningkat pesat, sehingga mampu bersaing di era digital dan industrialisasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *