Pemprov Sulsel Belajar ke Sulteng Soal Sukses Proyek Multi Years

Berita79 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melakukan kunjungan benchmarking ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) untuk mempelajari pengelolaan proyek infrastruktur dengan skema tahun jamak (multi years). Kunjungan ini berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (27/11/2025).

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, yang merekomendasikan Sulawesi Tengah sebagai lokus studi karena keberhasilannya dalam mengelola pembangunan infrastruktur melalui skema multi years.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulawesi Tengah, Dr. Fahrudin Yambas, M.Si, menerima rombongan Pemprov Sulsel. Turut hadir sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, termasuk Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Dr. Ir. Faidul Keteng, S.T., M.Si., M.T.

Tim benchmarking dari Pemprov Sulsel dipimpin oleh Inspektur Inspektorat Marwan Mansyur, SH., MH, bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Ir. Andi Ihsan, ST., MM, serta jajaran pejabat lainnya.

Asisten Fahrudin menyambut baik kunjungan ini dan menekankan pentingnya pertukaran informasi antar daerah untuk memastikan pelaksanaan proyek multi years berjalan transparan dan akuntabel.

“Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah yang direkomendasikan KPK sebagai lokus studi karena telah menuntaskan sejumlah proyek strategis menggunakan skema multi years,” ujarnya.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat di Palu, yang dulunya dikenal sebagai Masjid Agung Darussalam dan hancur akibat gempa 2018. Proyek ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Tengah, serta akademisi Universitas Tadulako.

“Proyek ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Tengah, serta akademisi Universitas Tadulako,” ungkapnya.

Masjid Raya Baitul Khairat kini mampu menampung sekitar 10.000 jamaah. Sholat Jumat perdana akan digelar pada 28 November 2025, diikuti dengan tabligh akbar dan peresmian masjid raya pada 4 Desember 2025.

Inspektur Inspektorat Sulsel, Marwan Mansyur, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Pemprov Sulteng berbagi pengalaman. Ia mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan tengah merancang paket pekerjaan multi years dengan pagu anggaran mencapai Rp 3,7 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, serta rumah sakit regional.

“Kami mendapat arahan dari KPK agar mempelajari pelaksanaan proyek multi years di Sulawesi Tengah sebagai referensi,” ungkapnya.

Ia berharap koordinasi antar kedua pemerintah provinsi dapat berlanjut sehingga pengalaman dan praktik terbaik dalam perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan dapat diterapkan di Sulawesi Selatan.

Kunjungan benchmarking diakhiri dengan sesi pemaparan teknis dan diskusi mendalam mengenai manajemen risiko, administrasi, mekanisme pengadaan, serta pola koordinasi antar instansi dalam proyek infrastruktur strategis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *