Pemkab Donggala Luncurkan Program “Satu Desa, Satu Hafiz Qur’an”, Siapkan Anggaran Rp800 Juta Cetak Generasi Qur’ani

Berita, Donggala97 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas id — Pemerintah Kabupaten Donggala resmi menjalankan program unggulan beasiswa tahfiz Al-Qur’an bertajuk “Satu Desa, Satu Hafiz Qur’an”. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Bupati Vera Elena Laruni dan Wakil Bupati Taufik M. Burhan dalam memperkuat pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala, Ardian Madiua, menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan program ini, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp800 juta yang tertampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut diperuntukkan bagi 44 orang hafiz dan hafizah yang merupakan putra-putri asli warga Kabupaten Donggala.

“Program ini berjalan berlandaskan nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Donggala dengan Yayasan Alkhairaat. Tujuan utamanya sangat jelas: mencetak generasi Qur’ani, melahirkan kader muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kemampuan dan keunggulan dalam menghafal, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an,” ujar Ardian, Kamis (10/9/2026).

Pembinaan Tersebar di Berbagai Pesantren Terpercaya
Para penerima beasiswa ditempatkan dan dibina di sejumlah lembaga pendidikan pesantren yang memiliki reputasi dan standar pembinaan tahfiz yang mumpuni, antara lain:

– Pondok Pesantren Alkhairaat Pusat, Kota Palu;
– Pondok Pesantren Nahdlatul Khairaat, Kecamatan Labuan;
– Pondok Pesantren Madinatul Ilmi, Kabupaten Sigi;
– Pondok Pesantren Imam Bukhari, Kota Palu;
– Pondok Pesantren di Desa Tenggobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.

Ardian menegaskan bahwa meski sebagian lokasi pembinaan berada di luar batas wilayah administrasi Kabupaten Donggala, seluruh peserta tetap merupakan warga asli atau berdomisili tetap di Kabupaten Donggala. Penempatan ini dilakukan demi menjamin kualitas dan kenyamanan proses pembelajaran serta pembinaan yang terbaik.

Harapan Keberlanjutan dan Teladan Daerah
Pengasuh Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Pusat Palu, Ahmad Hadi Rumi, menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan emas bagi anak-anak yang memiliki cita-cita dan kemauan kuat untuk menghafal Al-Qur’an, namun terkendala keterbatasan fasilitas atau biaya.

“Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan berkelanjutan, khususnya bagi santri yang memiliki kompetensi dan kemauan tinggi. Langkah Pemkab Donggala ini patut menjadi contoh dan teladan bagi daerah lain dalam mendukung potensi dan pengembangan pendidikan keagamaan generasi muda,” ungkap Ahmad Hadi Rumi.

Dengan dukungan anggaran dan pembinaan terstruktur ini, diharapkan para santri asal Donggala dapat terus mengembangkan kemampuannya, menjadi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta membawa nama baik daerah di kancah pendidikan dan keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Donggala berkomitmen agar program ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, melainkan terus dievaluasi dan dikembangkan, sehingga cita-cita mewujudkan satu desa memiliki satu penghafal Al-Qur’an dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *