Pemkab Donggala Akan Segera Operasionalkan Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita, Donggala14 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menargetkan segera mengoperasionalkan Sekolah Nasional Terintegrasi dalam waktu dekat. Langkah ini ditempuh dengan memanfaatkan Gedung Unit Pelaksana Teknis Satuan Kegiatan Belajar (SKB) Mavali, sambil menunggu penyelesaian pembangunan gedung utama di kawasan Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, menyampaikan bahwa keberadaan sekolah ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan perjuangan Bupati Vera Elena Laruni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Berkat tangan dingin Ibu Bupati, perwujudan sekolah ini sudah mendekati tahap akhir. Tinggal beberapa persen lagi persiapan, maka kita akan segera membuka masa transisi operasionalnya,” ujarnya pada Kamis (2/7/2026).

Sekolah ini dirancang mengacu pada standar internasional, dengan kurikulum yang mengedepankan penguasaan bahasa Inggris dan teknologi informasi. Fasilitas yang disediakan meliputi lapangan olahraga, kolam renang, lapangan basket, serta ruang laboratorium lengkap yang memenuhi kriteria standar dunia. Pengajar yang ditugaskan juga merupakan tenaga pendidik yang telah melalui proses seleksi ketat dan memiliki kompetensi unggul.

“Insya Allah pada tahun ini proses pembelajaran sudah dapat dimulai. Saya baru saja mengikuti rapat bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) pasca kegiatan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan persiapan teknis sudah mulai difinalisasi,” jelas Ansyar.

Dalam waktu dekat, panitia akan membuka pendaftaran dan seleksi penerimaan siswa baru. Kepala Disdikpora mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di Kecamatan Banawa Raya dan wilayah sekitarnya, untuk mempersiapkan putra-putrinya mengikuti proses seleksi tersebut.

“Setiap siswa yang diterima nantinya akan mendapatkan fasilitas berupa laptop pribadi secara cuma-cuma, serta seragam sekolah yang disediakan secara gratis. Jika dibandingkan dengan sekolah berstandar internasional lainnya yang terkenal dan memerlukan biaya tinggi, sekolah ini justru dikelola tanpa membebani orang tua, bahkan dengan fasilitas yang tidak kalah baiknya,” tegasnya.

Pembangunan sekolah ini menelan anggaran sebesar Rp300 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut rencana, penetapan status operasionalnya akan dikeluarkan melalui Instruksi Presiden. Keunggulan lain, sekolah ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan sejenis yang mulai beroperasi pada tahun 2026 di wilayah Sulawesi Tengah.

Untuk tahap awal atau masa transisi, penerimaan siswa dibatasi hanya sebanyak 40 siswa untuk jenjang SMP dan 40 siswa untuk jenjang SMA, dengan komposisi maksimal 20 siswa per kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih intensif dan terarah.

“Kami berharap keberadaan sekolah ini menjadi investasi jangka panjang yang menjamin masa depan generasi muda Donggala. Dengan fasilitas dan sistem pembelajaran terbaik, diharapkan kualitas pendidikan di daerah ini semakin maju dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional,” pungkas Ansyar.

Pembukaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan segera diumumkan secara resmi dalam waktu dekat, sehingga masyarakat dapat mengikuti jadwal dan persyaratan yang ditetapkan.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *