Pemerintah Kabupaten Donggala Terima Studi Lapangan PKA Angkatan XXI, Jadi Rujukan Tata Kelola dan Inovasi Pemerintahan

Berita, Donggala88 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Kabupaten Donggala menerima kunjungan studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXI Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Senin (10/8/2026), menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kunjungan tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, S.Pd., M.Si., mewakili Bupati Donggala Vera Elena Laruni, S.E., didampingi jajaran perangkat daerah, serta rombongan peserta dan tenaga pendamping dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Haris Karim, ST., MM., menjelaskan bahwa studi lapangan merupakan tahapan krusial dalam kurikulum PKA untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual dari penerapan tata kelola pemerintahan di lapangan.

“Kabupaten Donggala ditetapkan sebagai lokasi studi karena dinilai memiliki rekam jejak inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang patut dijadikan rujukan,” ujar Abdul Haris.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang merupakan calon pemimpin birokrasi dari lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, serta Kabupaten Donggala, Banggai, Morowali, Tolitoli, dan Buol, didampingi 10 orang penyelenggara serta widyaiswara dari BPSDMD Provinsi.

Pembelajaran difokuskan pada dua unit kerja strategis, yaitu Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, dengan cakupan materi mencakup pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal dan penguatan produktivitas perikanan melalui inovasi kebijakan daerah

Dalam arahan yang disampaikan, Bupati Donggala menegaskan bahwa studi lapangan bukan sekadar mengamati capaian yang telah diraih, melainkan memahami logika sistem penyelenggaraan pemerintahan dalam merespons berbagai keterbatasan yang ada.

“Studi lapangan bukan sekadar melihat apa yang sudah baik, melainkan memahami bagaimana sebuah sistem bekerja di tengah keterbatasan,” tegas Bupati Vera.

Secara empiris, Kabupaten Donggala masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, antara lain keterbatasan kapasitas fiskal, kerentanan terhadap risiko bencana alam, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya mendorong inovasi terarah pada sektor unggulan seperti pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, dan pengembangan potensi kelautan serta perikanan.

Bupati juga menekankan bahwa kepemimpinan birokrasi tidak terbentuk semata melalui pembelajaran teoritis di ruang tertutup, melainkan teruji dan ditempa dalam proses penyelesaian persoalan nyata, di bawah tekanan, serta dalam keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik baik, melakukan analisis kritis terhadap kelemahan secara konstruktif, serta merumuskan alternatif solusi yang relevan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Kepercayaan terhadap tata kelola Pemerintah Kabupaten Donggala didasari sejumlah capaian prestasi, antara lain penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama serta Inagara Award dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia atas komitmen pengembangan inovasi administrasi publik dan tata kelola pemerintahan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar penerimaan tamu, melainkan bagian dari proses kolaboratif untuk menguji gagasan serta memperkaya wawasan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan. Aparatur sipil negara dituntut untuk memiliki sifat adaptif, responsif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah “Donggala Sejahtera, Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”.

Sebagai penutup, Bupati mengingatkan bahwa integritas dan penerapan prinsip clean and good governance menjadi fondasi mutlak dalam membangun kepercayaan publik. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan perspektif baru yang nantinya dapat diterapkan secara kontekstual di lingkungan kerja masing-masing peserta, guna memperkuat kapasitas birokrasi Sulawesi Tengah secara menyeluruh.

Hadir pula dalam kegiatan ini para widyaiswara, panitia pelaksana, pimpinan perangkat daerah, serta kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala.(Alur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *