Oknum Pejabat Kepala Seksi Disdikpora Donggala Diduga Jadi Pengusaha Cafe Dipelabuhan

Berita, Donggala82 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Sejumlah pegawai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala menyampaikan kekecewaan dan kemarahan atas dugaan kelalaian tugas yang dilakukan Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan PNF, Alwin. Pihak pelapor menegaskan pejabat tersebut kerap berada di luar kantor pada jam kerja, padahal tercatat hadir melalui sistem kehadiran. Informasi ini diterima Kamis (1/10/2026).

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Alwin nyaris tidak pernah berada di kantor pada jam kerja. Pola yang dilakukan berulang-ulang: hadir untuk melakukan absensi pagi, lalu meninggalkan kantor hanya dalam hitungan menit; kembali menjelang absensi siang, lalu pergi lagi; dan begitu pula saat absensi sore.

“Kalau untuk hadir absen ia selalu hadir setiap hari, tapi selesai absen ia pergi entah kemana, begitu terus saja kerjanya setiap hari kantor,” ungkap sumber tersebut.

Pola ini diduga telah berlangsung sejak tahun lalu dan berulang setiap hari kerja. Sistem kehadiran yang dilakukan melalui gawai masing-masing pegawai dengan tiga kali pencatatan—pagi, siang, dan sore—dinilai dapat dimanipulasi.

Pegawai yang melaporkan menyebutkan dugaan bahwa waktu kerja pejabat tersebut digunakan untuk mengurus usaha pribadi. Alwin diketahui memiliki kafe di kawasan depan pelabuhan kapal penumpang.

“Jika ada kapal Dharma Kencana bersandar di pelabuhan, pasti ia ada di kafenya, walau di saat jam kerja,” ujar sumber.

Hal ini memicu kemarahan rekan kerjanya yang tetap berada di kantor selama jam kerja, baik ada pekerjaan maupun tidak, sesuai ketentuan kedinasan.

“Pegawai itu ada kerja dan tidak ada kerja di kantor tetap harus ada di kantor, jangan saat jam kerja anda di luar kantor,” tegasnya.

Para pegawai meminta Kepala Dinas Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, serta Kepala BKPSDM Donggala, Kaharudin, untuk memanggil dan memberikan teguran keras kepada pejabat tersebut. Mereka menilai sebagai pemegang jabatan Kepala Seksi, ia seharusnya menjadi teladan kedisiplinan, bukan sebaliknya.

“Kita sebagai pegawai di sini sangat geram melihatnya seperti ini terus menerus setiap hari,” pungkas sumber.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *