Nomor WhatsApp Anggota DPRD Donggala Diretas, Zulkifli Aziz: Hati-hati Modus Minta Uang

Berita, Donggala6 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala dari Fraksi Demokrat, Zulkifli Aziz, menjadi korban peretasan atau hacking nomor WhatsApp pribadinya. Aksi oknum tidak bertanggung jawab ini disalahgunakan untuk meminta uang kepada rekan-rekan dan kenalan sang legislator.

Hal tersebut diungkapkan Zulkifli Aziz kepada awak media, Selasa (7/4/2026). Ia membenarkan adanya penyalahgunaan akun media sosialnya yang kini meresahkan banyak pihak.

“Betul adanya, ada pihak yang tidak bertanggung jawab meretas nomor WhatsApp saya pribadi. Akibatnya, muncul sugesti hal yang buruk karena nomor saya seakan diketahui orang lain dan disalahgunakan untuk memintakan uang,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah mengirim pesan seolah-olah berasal dari dirinya, namun sebenarnya dikendalikan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, kasus serupa tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga dialami oleh beberapa rekannya yang menggunakan nomor lain.

Menyadari maraknya kejahatan siber ini, politisi Partai Demokrat ini memberikan himbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna media sosial agar waspada.

“Saya menghimbau kepada semua teman-teman, baik pengguna WhatsApp, Facebook, maupun Instagram, untuk benar-benar hati-hati dan jangan mudah terpancing untuk mengikuti apa yang mereka suruh,” tegasnya.

Zulkifli menegaskan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah meminta bantuan berupa uang melalui pesan singkat atau media sosial.

“Yang jelas, itu bukan chat saya untuk meminta uang. Apalagi saya dengar informasi di Facebook, bukan cuma satu atau dua orang yang menerima pesan itu, tapi banyak teman-teman lain. Jadi jika ada WhatsApp dari nomor saya yang meminta bantuan berupa uang, mohon jangan direspon dan jangan dipercaya,” tegasnya.

Zulkifli menilai perkembangan teknologi digital saat ini sangat pesat, namun di sisi lain membuka celah bagi kejahatan. Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian, terutama bagi pengguna perangkat berbasis Android yang sering menjadi sasaran empuk para peretas.

“Dunia digital saat ini memang luar biasa perkembangannya, tapi kita harus ekstra waspada. Saya kembali mengingatkan kepada kita semua untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan WhatsApp, apalagi ada kaitannya dengan keamanan data di HP Android,” pungkasnya.

Ia berharap masyarakat tidak mudah panik namun tetap waspada, serta dapat membedakan komunikasi resmi dan yang merupakan tindak kejahatan siber.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *