Mariyadi S.STP., M.Si: Satpol PP Kota Palu Sebagai Garda Terdepan Penertiban yang Humanis, Sasar Kebersihan dan Ketertiban

Berita, Donggala20 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Menyongsong visi pembangunan Kota Palu tahun 2026 yang menargetkan terwujudnya kota mandiri, aman, nyaman, tangguh, dan profesional berbasis kearifan lokal, calon Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Mariyadi S.STP., M.Si., menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Satpol PP yang humanis, solutif, dan berkolaborasi. Hal ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Palu mewujudkan kota yang bersih, tertib, mengglobal, dan melejit.

Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan 2004 ini mengemukakan pernyataannya saat berinteraksi dengan warga, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, pembangunan kota tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Kita bergerak bersama untuk mewujudkan Kota Palu yang mantap, berkelanjutan, akseleratif, inovatif, dan kolaboratif. Tujuannya satu, agar Kota Palu benar-benar melejit menjadi kota yang maju, aman, serta bersih sesuai jargon Bapak Walikota,” ujar Mariyadi.

Guna mewujudkan cita-cita tersebut, Mariyadi bersama timnya telah turun langsung ke tengah masyarakat, tidak hanya di wilayah Kota Palu, tetapi juga menjangkau warga di wilayah perbatasan Kabupaten Donggala dan Sigi. Langkah ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan temu warga untuk menyatukan persepsi terkait pemeliharaan kebersihan dan ketertiban umum.

Berbagai metode sosialisasi diterapkan agar pesan tersampaikan secara luas, mulai dari pembagian brosur edaran kebersihan dan ketertiban, publikasi melalui media cetak maupun koran, hingga pemberian stiker kepada warga yang bersedia menjadi pelopor kebersihan dan keamanan kota secara sukarela dengan menempelkannya pada kendaraan pribadi.

Tiga Inovasi Unggulan Satpol PP

Jika nantinya dilantik dan dipercaya memimpin Satpol PP Kota Palu, Mariyadi telah menyiapkan tiga terobosan besar yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah, guna mengubah citra dan kinerja Satpol PP menjadi lebih modern dan berjiwa pengayom.

Berikut adalah tiga program unggulan yang ditawarkannya:

1. Konsep “Sapa Warga”
Pendekatan ini mengutamakan pola pelayanan yang humanis. Petugas Satpol PP tidak lagi bersikap kaku atau represif, melainkan aktif mendatangi warga, berdialog secara langsung untuk mendengar keluhan maupun permasalahan yang dihadapi masyarakat. Setiap persoalan yang ditemui akan dicarikan solusi tepat dan cepat di lokasi, sehingga terjalin hubungan harmonis antara aparat dan warga.

2. Metode “PIKAT”
Singkatan dari Pemetaan, Identifikasi, Koordinasi, Aksi, dan Tindak Lanjut. Melalui metode ini, pihak Satpol PP akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan masalah di kota, seperti penumpukan sampah, keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Setelah titik rawan teridentifikasi, Satpol PP akan berkolaborasi secara intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk urusan persampahan, Dinas Sosial untuk penanganan gepeng, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk penertiban dan pembinaan PKL.

3. “Smart Pol PP”
Inovasi berbasis teknologi informasi ini dirancang untuk mempercepat respon dan penanganan masalah. Ke depannya, sistem kerja Satpol PP Kota Palu akan didukung teknologi, baik dalam hal penerimaan laporan dari masyarakat maupun dalam proses penanganan dan pengawasan di lapangan. Hal ini bertujuan agar setiap aduan atau gangguan ketertiban dapat ditindaklanjuti secara real-time, akuntabel, dan terukur.

Satpol PP Sebagai Pengayom

Mariyadi menegaskan, arah kebijakan ke depannya adalah mengembalikan fungsi utama Satpol PP sebagai pengayom masyarakat. Penertiban yang dilakukan tidak bersifat menghukum semata, melainkan lebih banyak mengedepankan pembinaan dan pendekatan persuasif.

“Baik dalam penanganan PKL, penanganan gepeng, maupun masalah sampah, Satpol PP Kota Palu harus menjadi contoh penyelesaian masalah yang humanis. Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya dan membawa kenyamanan bagi seluruh warga Kota Palu,” pungkas Mariyadi.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban umum, sebagai pilar utama terwujudnya Kota Palu yang maju dan berdaya saing.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *