Lewat KKI 2026, KPwBI Sulteng Dorong UMKM Daerah Naik Kelas dan Jangkau Pasar Lebih Luas

Berita38 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing, tangguh, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, sekaligus berbagai rangkaian persiapan dan pendampingan di daerah.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mengakselerasi digitalisasi UMKM di seluruh Indonesia.

Di Sulawesi Tengah, penguatan UMKM menjadi prioritas mengingat peran strategis sektor ini dalam menggerakkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan UMKM diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kualitas produk, penguatan daya saing, digitalisasi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan — melalui fasilitasi promosi perdagangan, pelatihan, pendampingan, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan subsektor unggulan daerah.

Berbagai program Road to KKI 2026 telah digelar di Sulawesi Tengah, antara lain Potomu Sulteng (Program Transformasi dan Kurasi UMKM Sulteng), Semarak Sulteng Nambaso, pendampingan UMKM wastra dan barista, serta Posalia Sulteng Digifest. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi ruang bagi UMKM daerah untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kualitas produk, serta memperkenalkan karya unggulan Sulawesi Tengah kepada masyarakat luas.

Salah satu bukti keberhasilan pembinaan adalah keikutsertaan Febry Ferry Fabry (FFF), pelaku usaha fesyen asal Kota Palu yang telah menembus pasar internasional, dalam KKI 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan dan fasilitasi yang dilakukan Bank Indonesia di daerah mampu mendorong produk lokal semakin berdaya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama. KPwBI Sulteng telah menyelenggarakan program Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing UMKM (DIGDAYA) yang diikuti 30 UMKM, guna meningkatkan kapasitas pemanfaatan kanal digital, termasuk pembayaran melalui QRIS dan pemasaran daring. Selain itu, pelatihan dan pendampingan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) diberikan agar UMKM memiliki tata kelola keuangan yang terstruktur dan terstandarisasi — sehingga mempermudah akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Secara nasional, KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring di Jakarta International Expo (JICC) dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan semakin luasnya ruang bagi UMKM Indonesia untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan mengakses pasar yang lebih luas.

Melalui KKI 2026 dan berbagai program pengembangan di daerah, Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk mendorong UMKM Indonesia semakin bangkit, tangguh, digital, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *