Konsep “Donggala Kana Mavali”: Pendidikan Karakter Melibatkan Rumah, Masyarakat, dan Sekolah

Berita, Donggala55 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Efendi, menegaskan bahwa strategi serta pelaksanaan program Donggala Kana Mavali merupakan bagian resmi dari kebijakan pemerintah daerah yang berstatus sebagai muatan lokal. Konsep ini telah tertuang secara hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Pendidikan Daerah, karena gagasan yang diusungnya dinilai tetap relevan dan terus diperlukan untuk mendukung pembangunan pendidikan, terutama dalam hal pembentukan karakter peserta didik.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah saat memberikan keterangan pada Senin, 17 Agustus 2026. Secara mendasar, kebijakan Donggala Kana Mavali adalah program pendidikan yang mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif, dengan pandangan bahwa pendidikan tidak terbatas hanya pada ruang kelas, guru, meja, kursi, dan papan tulis. Pendidikan juga berlangsung di lingkungan rumah, melalui penyaluran dan pewarisan nilai-nilai kehidupan.

“Ketika orang tua menampilkan perilaku yang baik—seperti melaksanakan ibadah tepat waktu—hal itu sudah menjadi teladan bagi anak. Tidak bertengkar di hadapan anak juga membentuk kepribadiannya. Jika adanya perbedaan pendapat selalu diselesaikan lewat musyawarah untuk mufakat, itu adalah pendidikan yang luar biasa di lingkungan keluarga. Demikian pula di luar rumah, masyarakat pun berfungsi sebagai sarana pendidikan: apabila kehidupan masyarakat menampilkan nilai-nilai kebaikan, nilai tersebut akan mudah ditiru oleh anak-anak. Bentuknya mungkin tidak seperti guru yang menjelaskan materi di depan kelas, namun sikap, perkataan, dan tindakan nyata yang ditunjukkan orang tua serta warga adalah bagian utama dari proses pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, karakter dan tingkah laku seseorang sangat dibentuk oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Pikiran yang positif, sikap yang baik, serta perbuatan yang patut diteladani akan dipelajari anak melalui apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan—seluruh hal inilah yang dirangkum ke dalam konsep Donggala Kana Mavali.

Pendekatan ini dikatakan belum ditemukan secara khusus dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dan lingkungan memang sudah ada, namun sifatnya masih bersifat umum. Sebaliknya, Donggala Kana Mavali merancang kerangka yang lebih terperinci: untuk ranah pendidikan keluarga dikenal konsep Sapoku Kana Mavali atau “Keluarga Cerdas”. Konsep ini mengatur bagaimana peran ayah, ibu, pasangan, dan anak dapat memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran—baik melalui pendampingan langsung maupun dengan memberikan contoh perilaku yang patut ditiru. Nilai yang dibangun di tingkat keluarga kemudian diharapkan berkembang dan diperkuat di lingkungan masyarakat.

Untuk mewujudkan “Desa Cerdas”, seluruh keluarga di desa tersebut harus lebih dulu menjadi keluarga yang cerdas. Di dalamnya mencakup pula peningkatan keimanan dan penanaman nilai agama—misalnya membiasakan anak melaksanakan ibadah. Dukungan peran tokoh masyarakat seperti imam juga terjalin melalui sistem GSCM, di mana keberadaan dukungan dan pengawasan bersama menegaskan satu hal: tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak guru di sekolah, melainkan juga tanggung jawab orang tua di rumah serta seluruh warga di lingkungan masyarakat.

Tujuan akhir penerapan Donggala Kana Mavali adalah mewujudkan seluruh wilayah Kabupaten Donggala menjadi daerah cerdas. Hal ini berarti seluruh 158 desa dan 9 kelurahan di wilayah kabupaten ini harus menerapkan pola pembangunan menuju masyarakat cerdas, dengan terus berupaya membentuk keluarga yang lebih berkualitas dan berperilaku luhur.

Sekretaris Daerah juga mengungkapkan bahwa panduan lengkap konsep ini dituangkan ke dalam buku yang disusunnya sendiri. “Buku Donggala Kana Mavali ini saya susun sendiri, pengerjaannya memakan waktu hampir tiga bulan dengan ketebalan lebih dari 200 halaman. Jika seluruh kabupaten dapat menerapkan hal serupa, insyaallah seluruh masyarakat Sulawesi Tengah akan menjadi masyarakat yang cerdas,” pungkasnya penuh harap.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *