KASUS KEHILANGAN AC DI LINGKUNGAN OPD DONGGALA MARAK: KESBANGPOL DAN DLHD JADI KORBAN TERKINI

Berita, Donggala28 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id – Kejadian kehilangan unit pendingin ruangan (AC) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Donggala kembali terjadi dan kian meresahkan. Terbaru, kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah (DLHD) menjadi sasaran pencurian, menyusul kasus serupa yang sebelumnya menimpa Rumah Jabatan Bupati dan Gedung PKK.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang pada Badan Kesbangpol, Musdalifah, saat dikonfirmasi pada Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan, pencurian di kantor yang dipimpinnya terjadi pada malam hari, di mana satu unit AC yang terpasang di ruangan Kepala Badan berstatus hilang tak bersisa.

“Bukan hanya unit AC saja yang raib, satu tabung gas berukuran 3 kilogram juga ikut dibawa pelaku. Padahal kantor kami ada petugas penjaga saat itu. Menariknya, tangga yang digunakan pelaku untuk mengambil AC tersebut masih ditempatkan di dekat pintu depan kantor, ditinggalkan begitu saja,” ungkap Musdalifah.

Sebelum kasus di Kesbangpol, kejadian serupa juga menimpa DLHD tepatnya pada malam Minggu, 5 Mei 2026 lalu. Kepala Dinas DLHD, Arita, membenarkan bahwa sebanyak empat unit AC milik dinasnya telah hilang dicuri. Kejadian ini menambah panjang daftar kasus kehilangan aset kantor pemerintah dalam waktu yang cukup berdekatan.

Merespons maraknya kasus ini, Ketua LSM Donggala Hijau, Helmi Sahibe, menyampaikan kekhawatirannya dan meminta langkah tegas dari pihak berwenang. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya aset di Rumah Jabatan Bupati dan Gedung PKK juga mengalami nasib serupa, dan kini giliran OPD lain yang menjadi korban.

“Saya meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Donggala untuk meningkatkan pengamanan dan penjagaan di seluruh kantor dinas dan instansi pemerintah. Kejadian ini terus berulang dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Helmi.

Selain meminta peningkatan keamanan, Helmi juga mendesak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan dan menangkap para pelaku pencurian. Ia berharap kasus ini segera terungkap agar tidak ada lagi instansi atau kantor pemerintah yang mengalami kerugian aset.

Lebih jauh, Helmi menyarankan agar pihak kepolisian juga menelusuri jalur perdagangan barang bekas. Menurutnya, bagian terpenting dari AC yang sering dicuri adalah bahan tembaganya, sehingga pengecekan dan interogasi kepada pemilik tempat penampungan barang bekas sangat diperlukan untuk mengetahui siapa saja yang baru saja menjual bahan tembaga atau komponen AC.

“Pihak kepolisian harus menelusuri pembeli atau penampung barang bekas. Cek siapa saja yang belakangan ini menjual tembaga atau komponen AC. Dari situ, jejak pelaku bisa terungkap dan rantai kejahatan ini bisa diputus,” pungkas Helmi Sahibe.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian dan diketahui sedang melakukan penyelidikan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap modus operandi dan identitas pelaku pencurian aset-aset pemerintah tersebut. Masyarakat berharap keamanan aset daerah segera diperketat demi mencegah kerugian negara yang lebih besar.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *