Donggala, Majalahsinergitas.id — Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen menekan angka stunting. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Apriana Lingkeh, menyatakan optimis angka prevalensi stunting pada tahun 2026 dapat terus menurun dan mendekati standar nasional, Senin (29/6/2026).
“Alhamdulillah, capaian kita tahun ini masih dalam batas kendali. Penilaian stunting sangat bergantung pada cakupan sasaran balita yang terukur secara akurat. Saat ini angka stunting di Donggala berada di 17,5%, masih dalam batas aman dan lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang ditetapkan sebesar 18,8% pada 2026,” jelasnya .
Ia menegaskan bahwa penurunan stunting bukan menjadi tanggung jawab satu instansi saja, melainkan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh elemen masyarakat.
“Dinas Kesehatan fokus meningkatkan mutu pelayanan gizi serta memastikan pengukuran rutin balita dilakukan secara menyeluruh oleh tenaga gizi di setiap wilayah kerja. Risiko stunting berpotensi ada di semua kecamatan; kuncinya adalah deteksi dini,” tegasnya.
Jika ditemukan balita dengan berat badan kurang atau sangat kurang, pihaknya segera memberikan intervensi berupa makanan tambahan bergizi dan pendampingan khusus guna mencegah keterlambatan pertumbuhan.
“Harapan kami, angka ini bisa terus turun hingga menyentuh target 11% mendatang. Kami sangat optimis tahun ini terjadi penurunan nyata, karena seluruh tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan, bekerja bersama kader dan masyarakat untuk memantau serta mencegah stunting secara berkelanjutan,” pungkas Apriana.
Upaya ini menjadi bagian strategi membangun generasi sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung pencapaian visi pembangunan daerah dan Indonesia Emas 2045.(alir)
Kadis Kesehatan Donggala Optimis Angka Stunting Tahun Ini Turun Menuju Standar Nasional







