Hilirisasi Nikel Pacu Ekonomi Sulawesi Tengah Jadi yang Tertinggi Kedua di Indonesia

Berita83 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Investasi masif dan ekspansi industri pengolahan nikel menjadi mesin utama penggerak ekonomi Sulawesi Tengah. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Sulteng mencapai 7,79%, menjadi yang tertinggi kedua secara nasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Miftachul Choir, mengungkapkan bahwa sektor industri pengolahan logam dasar berbasis hilirisasi nikel mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini seiring dengan penambahan kapasitas produksi olahan stainless steel dan bahan baku baterai listrik. Pernyataan ini disampaikan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sulteng di Sriti Convention Hall, Jumat (28/11/2025).

“Pada triwulan III 2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 7,79% year on year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04% year on year. Capaian ini menjadikan Sulteng sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua se-Indonesia, setelah Maluku Utara yang mencapai 39,10% YOY,” jelas Miftachul Choir.

“Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang kuat, didorong oleh aktivitas industri pengolahan logam dasar yang tetap ekspansif, serta kinerja ekspor yang solid.”

Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan global terhadap komoditas nikel. Sektor pertambangan juga menunjukkan kinerja yang kuat seiring dengan stabilnya permintaan bahan baku industri. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut berkontribusi dalam menjaga tingkat konsumsi rumah tangga di Sulawesi Tengah.

Miftachul Choir menambahkan, tantangan inflasi dan perlunya pemerataan manfaat ekonomi menjadi fokus perhatian untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. Bank Indonesia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memastikan transformasi struktural berjalan efektif, mendorong produktivitas daerah, serta menjaga stabilitas di tengah dinamika perekonomian global maupun nasional.

Asisten I bidang pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulteng, Dr. Fahrudin D. Yambas, yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulteng yang signifikan ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor dan menunjukkan arah pembangunan daerah yang tepat.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini harus diimbangi dengan upaya menjaga stabilitas harga,” ujar Dr. Fahrudin.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi di Sulawesi Tengah terkendali, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menekankan pentingnya hilirisasi nikel, peningkatan investasi, dan penguatan industri strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah. Tema “Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Perkembangan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berjaya Tahan” menjadi fokus utama dalam agenda kerja pemerintah. (cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *