Gubernur Anwar Hafid Lepas Ekspor Raya Durian Beku ke Tiongkok, Sulteng Targetkan Jadi “Raja Durian Dunia”

Berita43 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id  – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus menunjukkan taringnya di pasar global. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi melepas ekspor raya komoditas durian beku menuju Tiongkok dengan mengusung tema besar “Sulawesi Tengah Menuju Raja Durian Dunia”.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Instalasi Karantina PT Duco Food Indonesia, Kelurahan Baiya, Kompleks Pergudangan Pelabuhan Pantoloan, pada Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulteng bukan sekadar salah satu lumbung penghasil durian terbesar di Indonesia, melainkan memiliki potensi strategis untuk mendominasi pasar internasional.

“Potensi ini bukan sekadar kekayaan alam yang perlu kita syukuri, tetapi harus kita kelola secara serius, profesional, dan berorientasi pasar internasional. Hari ini kita membuktikan bahwa petani durian Sulawesi Tengah mampu berdiri sejajar dengan produsen durian terbaik dunia,” tegas Anwar Hafid.

Data yang dirilis menunjukkan performa ekspor yang sangat menggembirakan. Sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah berhasil mengekspor sebanyak 151 kontainer durian beku. Total volume mencapai 4.077 ton dengan nilai ekonomi fantastis sebesar Rp 377,5 miliar.

Khusus pada gelaran ekspor raya kali ini, sebanyak 17 kontainer dengan volume 459 ton atau senilai Rp 42,5 miliar resmi diberangkatkan. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan posisi Sulteng di peta ekspor hortikultura dunia.

Pusat Distribusi Kawasan Timur Indonesia

Tidak hanya memproduksi, Sulteng kini juga memperkokoh posisinya sebagai sentral produksi dan distribusi utama bagi kawasan timur Indonesia. Wilayah ini menjadi penyangga pasokan yang mencakup area strategis mulai dari Gorontalo, Mamuju Barat, Luwu, Masamba, hingga Bulukumba.

Peran strategis ini menegaskan Sulteng sebagai pusat pengembangan durian unggulan yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun mancanegara. Pemerintah provinsi terus mendorong sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sejalan dengan visi “Berani Nambaso”.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia menilai pasar Tiongkok memiliki peluang sangat besar bagi komoditas hortikultura Indonesia.

Lebih jauh, Menteri Iftitah menegaskan bahwa program transmigrasi ke depan tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan berorientasi pada pengembangan potensi ekonomi wilayah. Kawasan Parigi Moutong hingga Poso diproyeksikan akan menjadi koridor ekonomi hortikultura yang terintegrasi dengan dukungan investasi dan infrastruktur yang memadai.

Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut antara lain Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean, anggota Komisi XI DPR RI Ellen Esther Pelealu, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi, para kepala daerah, unsur Forkompimda, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apudurin), serta para petani.

Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan, pembagian bibit durian kepada masyarakat, serta sesi kuliner durian bersama yang disambut antusias oleh seluruh hadirin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *