Gerakan Pangan Murah Sulawesi Tengah: Upaya Stabilkan Harga Dan Ringankan Beban Masyarakat

Berita89 Dilihat

Palu, Majalahsinergitas.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas Pangan, menggelar “Gerakan Pangan Murah” sebagai langkah strategis untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai hari ini tangal 19/11/2026 – 20/11/2025 di halaman Masjid Aceh Pengawu dan dilanjutkan besok di halaman gereja Jalan Cik Ditiro.

Plt Dinas Pangan Daerah Sulteng Rustam Arifuddin, S.Ag.,M.Si dalam keterangannya mengungkapkan bahwa program ini melibatkan para pedagang yang terdaftar pada Dinas Pangan Provinsi Sulteng dengan menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa sejak dimulainya kegiatan pada pukul 08.30 pagi.

“Mudah-mudahan ini membantu meringankan beban rakyat, saya lihat antusiasnya luar biasa, mulai jam 8.30 tadi sudah dilaksanakan transaksi jual beli di sini, mulai segala macam lah, bukan cuma sembako juga saya lihat ini, masuk semua.”Ujar Kadis Rustam Arifuddin.

Gerakan ini tidak hanya terbatas pada sembako, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari. Dinas Pangan berharap, jika anggaran memungkinkan, kegiatan serupa dapat diperluas pada tahun 2026.

Selain gerakan pangan murah, Dinas Pangan juga secara rutin melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersama TNI dan Polri untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.

Jenis pangan yang disubsidi dalam gerakan ini meliputi beras, bawang merah, telur, cabai, dan gula pasir. Sebanyak 20 UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun jumlahnya terbatas karena keterbatasan anggaran dan kapasitas tempat.

Subsidi yang diberikan berkisar 15 persen, dengan alokasi anggaran sekitar 5 juta rupiah per UMKM. Bantuan khusus diberikan untuk bahan pokok seperti telur, yang menjadi prioritas dalam distribusi.

Rustam mengakui adanya tantangan terkait anggaran, terutama dengan adanya pengalihan anggaran sebesar 1,2 triliun rupiah ke pusat untuk mendukung program Asta Cita Presiden. Meski demikian, mereka berharap dapat terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan, mengingat angka kemiskinan di Sulawesi Tengah masih tinggi.

“Kita berharap lebih, cuma memang anggaran kita 2026 ini secara kolektif ya, secara keseluruhan itu sudah berkurang, karena memang ini dipergunakan oleh Asta Cita, program Pak Presiden ya.” Keluh Rustam.

Dinas Pangan berupaya untuk membuka akses anggaran di pusat, terutama yang berkaitan dengan program-program prioritas seperti MBG (Membangun Bersama Gotong Royong), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Selain program subsidi, pemerintah pusat juga memberikan bantuan pangan gratis melalui Bulog, dengan distribusi sekitar 4.000 ton beras untuk wilayah Sulawesi Tengah pada periode Oktober-November. Bantuan ini diberikan setiap tiga bulan.

Dinas Pangan juga memiliki program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), meskipun jumlahnya terbatas karena keterbatasan anggaran.

“ Dengan berbagai upaya ini, Dinas Pangan Sulawesi Tengah berharap dapat terus memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah,” tutup Rustam Arifuddin.(cK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *