Genting Donggala: Sinergi Bersama Cegah Stunting, Bangun SDM Unggul Masa Depan Daerah

Berita, Donggala105 Dilihat

Donggala, Majalahsinergitas.id — Pembangunan manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Donggala melalui penguatan Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting). Kegiatan Sosialisasi Genting Tingkat Kabupaten Donggala Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Donggala, Isngadi, mewakili Bupati Donggala Vera Elena Laruni, di Aula Dinas DP2KBP3A, Rabu (19/8/2026).

Dalam sambutannya, Isngadi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berarti membangun jalan dan bangunan, melainkan juga meletakkan fondasi masa depan melalui penanganan tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus.

“Pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing merupakan prioritas utama kita bersama. Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik berupa jalan dan bangunan, tetapi juga harus membangun fondasi masa depan daerah ini melalui penanganan anak-anak generasi penerus di Kabupaten Donggala,” ujar Isngadi.

Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan yang pendek, melainkan gangguan tumbuh kembang yang berdampak serius dan berjangka panjang. Isngadi menjelaskan bahwa kondisi ini menghambat perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan fisik, hingga produktivitas seseorang di masa dewasa, yang pada akhirnya menentukan daya saing daerah secara keseluruhan. Karena itu, penanganannya tidak boleh ditunda atau dianggap remeh.

Hadirnya program Genting dinilai sebagai sarana akselerasi strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting di seluruh pelosok Kabupaten Donggala, melalui pendekatan kepedulian dan pendampingan langsung di tengah masyarakat.

Untuk keberhasilan gerakan ini, Isngadi menekankan empat hal pokok yang harus dilaksanakan bersama:

1. Penguatan kolaborasi lintas sektor
Penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan atau DP2KBP3A saja. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah, jajaran kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan wajib terlibat aktif dan bersinergi.

2. Optimalisasi peran desa dan kelurahan
Camat, Kepala Desa, dan Lurah diinstruksikan memastikan alokasi dan penggunaan anggaran desa berjalan efektif untuk program penurunan stunting — mulai dari pemberian makanan tambahan hingga pemantauan gizi rutin di Posyandu.

3. Penguatan edukasi pola asuh dan sanitasi
Pemahaman tentang gizi seimbang bagi ibu hamil dan bayi, serta pentingnya sanitasi dan air bersih, harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa paling terpencil. Perubahan perilaku adalah kunci keberhasilan pencegahan.

4. Apresiasi dan dukungan kader garda terdepan
Kader PKK, Kader Keluarga Berencana, Kader Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga adalah ujung tombak di lapangan. Semangat dan kerja keras mereka perlu didukung penuh agar setiap keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat.

Isngadi mengajak seluruh elemen masyarakat — BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi profesi, lembaga keagamaan, komunitas, hingga dermawan — untuk ikut berperan serta. Bantuan sekecil apa pun merupakan investasi berharga bagi masa depan anak-anak Donggala.

Pemerintah Kabupaten Donggala telah berkomitmen mendukung kebijakan nasional ini melalui intervensi spesifik maupun sensitif. Namun, keberhasilan sejati hanya akan terwujud jika berlandaskan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting, setiap orang diajak mendampingi keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita berisiko stunting. Pemahaman yang benar tentang tujuan dan mekanisme gerakan ini akan memperkuat koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Mari kita jadikan momentum ini penguat sinergi dan komitmen bersama demi mewujudkan generasi Donggala yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Isngadi.(Alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *