Gegar Politik! Samsu Rizal ‘Bula’ Tinggalkan PPP, Suara 1.300 Belum Cukup

Berita, Donggala6 Dilihat


Donggala, Majalahsinergitas.id – Dunia politik Kabupaten Donggala kembali mencatat peristiwa penting. Samsu Rizal, yang akrab disapa Bula, resmi meletakkan jabatan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Donggala. Keputusan tersebut diambilnya untuk fokus total pada pengembangan usaha bisnis yang sedang ia jalankan, Senin (13/4/2026).

Langkah mundur dari kancah partai ini cukup mengejutkan, mengingat Samsu Rizal merupakan salah satu kader yang memiliki basis suara kuat. Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 lalu, ia mencatatkan prestasi personal yang membanggakan.

Di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Samsu Rizal berhasil meraup lebih dari 1.300 suara. Angka tersebut menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak kedua secara individu di antara seluruh calon legislatif yang bertarung di dapil tersebut.

Namun, ironisnya, capaian suara personal yang gemilang itu belum mampu mengantar partai berlambang Ka’bah tersebut untuk merebut kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Donggala. Hal ini lantaran akumulasi perolehan suara partai secara keseluruhan belum memenuhi ambang batas atau kuota yang ditentukan.

Kondisi ini tentu menjadi sebuah catatan kelam sekaligus pertanyaan besar bagi publik dan internal PPP, mengingat potensi elektabilitas yang dimiliki oleh figur tersebut cukup signifikan.

Peluang Pindah Partai Mulai Mengemuka

Saat dikonfirmasi terkait langkah politiknya ke depan, Samsu Rizal enggan berbicara banyak. Meski memilih untuk fokus berbisnis, ia mengakui bahwa dirinya telah mendapatkan tawaran dari sejumlah partai politik lain yang ingin merekrutnya.

“Sudah ada beberapa partai yang menawarkan, tapi masih saya rahasiakan dulu,” ujarnya singkat.

Pernyataan ini membuka spekulasi luas mengenai kemungkinan terjadinya pergeseran peta politik di Donggala menjelang momentum politik berikutnya. Kepergian tokoh populer seperti Bula dari PPP dinilai berpotensi mengubah konstelasi perolehan suara partai-partai yang ada.

Sementara itu, Samsu Rizal menegaskan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah mengembangkan usaha. Ia akan mencermati dinamika politik yang terjadi dari luar, namun tetap membuka peluang untuk kembali terjun jika situasi dan kondisi menguntungkan di masa mendatang.

Reaksi Pengamat: Kepergiannya Rugikan PPP

Sementara itu, pengamat politik lokal menilai bahwa keputusan Samsu Rizal merupakan kerugian besar bagi PPP di tingkat akar rumput.

“Pak Bula itu kan magnet suara. Dengan capaian 1.300 suara meski tak dapat kursi, itu membuktikan dia punya basis massa yang kuat. Jika dia hengkang, otomatis potensi suara PPP di wilayah itu akan tergerus signifikan,” ungkap salah satu pengamat yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada juga disampaikan oleh kalangan aktivis masyarakat, yang menyebut bahwa langkah Bula membuka peluang bagi partai lain untuk menggaet pemilih yang selama ini setia kepadanya.(alir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *